Disaksikan Gibran, 1.315,8 Liter Ciu Digilas Alat Berat di Mapolresta Surakarta

Disaksikan Gibran, 1.315,8 Liter Ciu Digilas Alat Berat di Mapolresta Surakarta
Gibran berasama Forkopimda dan tokoh agama saat pemusnahan miras di Mapolresta Surakarta, Rabu (5/5). ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 5 Mei 2021 10:47 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sebanyak 1315.8 liter minuman keras (miras) jenis ciu dan 319 botol miras lainnya dimusnahkan di halaman Mapolresta Surakarta, Rabu (5/5). Pemusnahan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H ini dihadiri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat.

"Pemusnahan barang bukti minuman keras ini merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) kerja sama dengan Kodim 0735 Surakarta dan Korem 074/Warastratama Surakarta selama kurun waktu Januari hingga bulan Mei. Dengan sasaran penyakit masyarakat, meliputi judi, miras, narkoba, maupun praktik prostitusi," ujar Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Pemusnahan secara simbolis diawali Kapoltesta, Wali Kota, Wakil Wali Kota dan pejabat lainnya, dengan cara menuangkan miras dari botol. Ribuan botol yang sudah ditata di plastik biru kemudian digilas dengan alat berat stum.

Miras yang dikemas dalam jeriken dituangkan ke drum dan dialirkan ke selokan.

"Ini langkah Polresta dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Solo untuk mewujudkan Solo sebagai kota yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejuk dan sehat. Ini akan kita lakukan secara konsisten untuk mewujudkan solo bebas dari pekat," katanya.

Wali Kota Gibran mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Surakarta yang selalu mendukung pemberantasan penyakit masyarakat.

"Saya yakin ini baru sebagian kecil. Nanti kita akan bekerja sama untuk menyelesaikan penyakit-penyakit masyarakat di Kota Solo ini," katanya.

Gibran mengatakan, temuan minuman keras ini merupakan salah satu hasil dari program aduan masyarakat yang dibuka pada awal pemerintahannya kemudian ditindaklanjuti kepolisian.

"Misalnya perjudian di belakang terminal, PSK di RRI itu juga itu juga hasil aduan dari masyarakat yang, mohon maaf, sudah bertahun-tahun dibiarkan. Makanya ketika hari Jumat saya dan Pak Teguh dilantik, hari Sabtu-nya langsung disikat sama Pak Kapolresta,” katanya. (mdk/yan)

Baca juga:
Mudik Dilarang, Gibran dan Selvi akan Berlebaran Daring dengan Jokowi
Dukung Gibran Pecat Lurah Gajahan, Ganjar Sebut Aparatur tidak Boleh Minta ke Rakyat
Dipecat Gibran Gara-Gara Pungli, Lurah Gajahan Ngaku Merasa Iba dengan Linmas
Muncul Spanduk Dukungan untuk Lurah Gajahan, Gibran Sebut Kesalahan Jelas
Sambangi Warga, Gibran Kembalikan Uang Hasil Pungli Lurah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami