Disdik DKI Sebut Siswa Gonzaga Tak Naik Kelas Pernah Merokok & Makan di Kelas

PERISTIWA | 1 November 2019 08:02 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Orangtua siswa SMA Kolese Gonzaga Jakarta menggugat kepala sekolah, guru dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ke pengadilan. Alasannya, sang anak tidak naik kelas.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan, Permendikbud No 53 tahun 2015 memberikan kewenangan atas dewan guru untuk memberikan penilaian.

"Ada Peraturan Menteri Nomor 53 tahun 2015 tentang standar penilaian. Standar prosesnya itu bahwa rapat dewan pendidik itu adalah forum tertinggi memutuskan segala sesuatunya. Rapat dewan pendidik ya. Salah satunya adalah naik atau tidak naiknya siswa atau lulus tidak lulusnya siswa. Jadi di Gonzaga itu rapat dewan pendidik sudah memutuskan," kata Taga dikutip dari Antara, Jumat (1/11).

Lebih lanjut, Taga mengatakan, mendapatkan laporan ada persoalan masalah batas nilai murid yang berkaitan dan beberapa catatan buruk. Laporan dia terima murid tersebut pernah merokok dan makan kuaci di dalam kelas.

"Si siswa ini satu mata pelajaran nggak tuntas yaitu sejarah. Peminatan nilainya 68. KKM-nya 75. Nah kemudian ternyata jauh sebelumnya memang laporannya ada kasus saat live in program Katholik di Cilacap, dia kena tegur karena kasus disiplin," kata dia.

1 dari 1 halaman

Pentingnya Pendidikan Karakter

Sementara itu, Pengamat pendidikan Doni Koesoema A mengingatkan soal pendidikan karakter terkait kisruh di SMA Kolese Gonzaga, Jakarta Selatan.

"Pendidikan karakter sangat penting karena melengkapi dimensi akademis," kata Doni.

Doni mengatakan, bukan proses pendidikan yang baik jika orientasinya anak pintar tapi tanpa tata krama dan jahat. Dalam proses pendidikan itu, kata dia, tidak hanya soal anak menjadi pintar tetapi memiliki budi pekerti yang baik.

"Karakter terkait penanaman nilai-nilai kebaikan dalam hidup. Maka ini lebih penting daripada sekadar menjadi pintar," katanya.

Atas dasar itu, dia prihatin mengenai gugatan terhadap SMA Kolese Gonzaga lantaran peserta didiknya tinggal kelas karena persoalan akademik dan nonakademik.

Pendidikan karakter, kata Doni, merupakan penilaian dari sisi nonakademik yang saling melengkapi dengan aspek akademik. Penilaian nonakademik sendiri dapat diukur dari standardisasi norma yang diterapkan oleh pihak sekolah. (mdk/rnd)

Baca juga:
Anak Tak Naik Kelas Sekolah Digugat, KPAI Sebut Guru Berhak Beri Nilai Siswa
Digugat Orang Tua Murid, Pimpinan SMA Gonzaga Keluar Kota
Disdik DKI Panggil Orang Tua Siswa Tak Naik Kelas yang Gugat SMA Gonzaga
Orang Tua Gugat SMA Gonzaga Rp551 Juta Gara-gara Anak Tak Naik Kelas
Gebrakan Para Menteri Baru Jokowi
Alasan Masih Belajar, Nadiem Makarim Enggan Komentari Isu Pendidikan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.