Disebut Perintahkan Bowo Sebar Amplop Serangan Fajar, Ini Kata Nusron Wahid

PERISTIWA | 10 April 2019 11:43 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Nama Nusron Wahid selaku Ketua Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Partai Golkar disebut-sebut sebagai orang yang perintahkan calon anggota legislatif Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso untuk menyebarkan amplop 'serangan fajar' di daerah Jawa Tengah terkait dengan pencalonannya di Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan oleh Pengacara Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/4)

Menanggapi hal itu, Nusron membantah pernyataan pengacara Bowo tersebut. Dia mengaku tak pernah memerintahkan Bowo untuk menyebarkan amplop serangan fajar.

"Tidak Benar," tegas Nusron saat dihubungi merdeka.com, Rabu (10/4).

Namun Nusron tak mau berkomentar banyak atas rencana KPK mendalami keterangan Bowo dengan memeriksanya.

"Kalau itu saya no comment," tutup dia.

Sebelumnya, Amplop serangan fajar calon anggota legislatif Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso rencananya akan dibagikan di daerah Jawa Tengah terkait dengan pencalonannya di Pemilu 2019. Hal itu disebut atas perintah Nusron Wahid selaku Ketua Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Partai Golkar.

"Ini langsung disampaikan Bowo ke penyidik. Ya karena dia diperintah ya dia bilang diperintah," tutur Pengacara Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Menurut Saut, arahan tersebut bertujuan sama yakni untuk membawa Nusron Wahid lolos dalam pencalonannya sebagai caleg.

"Supaya banyak yang memilih mereka berdua. Karena di dapil yang sama," jelas dia.

Saut menyatakan, amplop serangan fajar tersebut tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019. Sejauh ini, Bowo mengaku menyiapkan sebanyak 400 ribu amplop.

"Bahkan katanya yang 600 ribu yang menyiapkan Nusron Wahid. Dia 400 ribu amplopnya. Pak Wahid 600 ribu. Pak Bowo 400 ribu amplop," kata Saut.

(mdk/ded)