Disentil Bupati Bogor Soal Bantuan yang Belum Maksimal, Ini Jawaban Ridwan Kamil

PERISTIWA » MALANG | 9 Oktober 2019 20:34 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengeluhkan bantuan dari Pemprov Jabar yang tidak maksimal dalam upaya pembenahan lingkungan dan pemberdayaan desa. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta kepala daerah untuk memaksimalkan peluang penganggaran di luar APBD.

Dari informasi yang dihimpun, Ade menyatakan wilayahnya yang luas memiliki beragam permasalahan. Namun, untuk mengatasinya, ia terkendala dengan anggaran yang terbatas.

Politisi dari PPP itu pun mengaku sempat memprotes Ridwan Kamil dalam sebuah acara yang memaparkan bahwa sudah tidak ada lagi desa yang tertinggal di Jawa Barat. Pasalnya, di wilayah Kabupaten Bogor ada 45 dari 419 desa berstatus desa tertinggal.

Saat dikonfirmasi, Ridwan Kamil mengakui bahwa persoalan masih mengemuka di wilayah perdesaan, seperti stunting, kematian ibu termasuk ada kenaikan persentase kelahiran. Hal ini ditegaskan tidak akan luput dari fokusnya.

"Saya yakini apa yang dilakukan sudah sangat baik, belajar dari negara-negara lain sebenarnya sistem sosial kita sudah sanga baik. Tinggal kekompakannya saja," ucap dia.

Disinggung mengenai keluhan Bupati Bogor, pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan sudah memberikan klarifikasi. Di lain pihak, ia menilai, Ade Yasin salah mengutip.

"Saya sampaikan tidak ada lagi desa sangat tertinggal, dibacanya tidak ada lagi desa tertinggal. Kan urutannya desa sangat tertinggal, masuk desa tertinggal, masuk berkembang, maju dan mandiri," ucap dia di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019).

"Desa tertinggal masih ada. Sudah saya instruksikan memprioritaskan desa tertinggal itu di Kabupaten Bogor. Karena bogor sangat luas saya pahami keresahan bu bupati," terang dia.

Mengenai keluhan bantuan anggaran tidak maksimal yang diklaim Ade Yasin, Ridwan Kamil menyarankan untuk mencari potensi bantuan selain dari Provinsi Jabar atau APBD.

"Bantuan itu pintunya banyak, ada aspirasi dari dewan, provinsi. Coba tanya ke bupati apakah pintu dari dewan sudah dimaksimalkan belum. Karena saya amati ada daerah-daerah yang tidak memaksimalkan aspirasinya lewat pintu dewan," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kesempatan terpisah, Ridwan Kamil menjanjikan akan memberikan bantuan keuangan sekira Rp200 miliar untuk setiap Kabupaten/Kota pada 2020. Bantuan ini diberikan berdasarkan pengajuan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Baca juga:
Jadi Juri Sayembara Ibu Kota Negara, Ridwan Kamil Ungkap Kriteria Desain Ideal
Pemprov Jabar Siapkan Payung Hukum untuk Menindak Puluhan Pabrik Cemari Sungai
Temui Pendemo, Ridwan Kamil Janji Bawa Tuntutan soal RUU Bermasalah ke Pemerintah
Taman Selebrasi Kalimalang Ditargetkan Rampung 2020
Demo Mahasiswa di Berbagai Daerah, Ridwan Kamil Sarankan Pemerintah Lakukan Dialog
Ambil Alih Penanganan Pencemaran Sungai Cileungsi, Emil Bentuk Tim Gandeng TNI-Polri

(mdk/bal)