Disinggung Pilihan Capres, Ratna Sarumpaet Angkat Dua Jari

PERISTIWA | 9 April 2019 14:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani persidangan atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,. Seusai persidangan, Ratna membocorkan presiden dan wakil presiden yang akan dipilihnya pada 17 April 2019 mendatang.

"Pilihan saya tetap lah," kata Ratna sembari mengangkat dua jari, Selasa (9/4).

Ratna pun berharap pemilu kali ini berlangsung aman dan damai. "Mudah-mudahan damai, baik-baik saja semua," ucap Ratna.

Sebelumnya, Ratna mendengarkan keterangan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Ruben TJ.

Dalam kesaksiannya, Said Iqbal mengungkapkan tiga reaksi Prabowo Subianto setelah mendengar keterangan Ratna Sarumpaet yang mengaku korban penganiayaan. Pertama, Prabowo menyarankan melaporkan ke pihak berwajib.

"Saya ingat satu, sebaiknya lapor polisi dan lakukan visum karena ini adalah penganiayaan. Sekali lagi kita tidak tahu bahwa itu adalah sebuah kebohongan," ucap Iqbal.

Kedua, Prabowo menekankan demokrasi harus damai dan adil.

"Prabowo cerita tidak boleh ada kekerasan di dalam demokrasi. Tidak boleh violence, victims," ucap dia.

Ketiga, Prabowo bersedia menemui Kapolri untuk meminta kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet segera ditangani. "Kalau memang ada sesuatu yang dirasakan oleh kak Ratna dengan polisi. Pak Prabowo bersedia ketemu pak Kapolri menyampaikan hal ini," tutur Said.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ratna Sarumpaet Pasrah Penangguhan Penahanannya Ditolak Hakim
Said Iqbal Mengaku Diminta Kirim Foto Lebam Ratna ke Ajudan Prabowo
Keakraban Ketua KPSI & Ratna Sarumpaet Bertemu di Sidang Kasus Hoaks
Tiga Sikap Prabowo Usai Ratna Sarumpaet Cerita Dianiaya
Telepon Said Iqbal, Ratna Ngaku Dianiaya dan Minta Dipertemukan dengan Prabowo

(mdk/eko)