Dispenser Jadi Pemicu Kerusuhan Rutan Kelas IIB Sigli

PERISTIWA | 3 Juni 2019 18:12 Reporter : Afif

Merdeka.com - Penarikan dispenser dari kamar hunian narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sigli, Kabupaten Pidie oleh petugas diduga menjadi pemantik terjadinya kerusuhan. Sejumlah fasilitas lapas dibakar oleh tahanan lantaran marah atas penarikan alat pemanas air itu.

Kerusuhan hingga dibakarnya Rutan terjadi tadi sekitar pukul 11.30 WIB. Ruang utama, pos penjagaan dan pintu gerbang rusak parah. Seluruh atap sudah terbakar, begitu juga jendela depan pecah. Sedangkan narapidana masih berada di dalam Rutan.

Sekira pukul 15.15 Wib tadi dua narapidana bertemu dengan beberapa petugas. Kepala Rutan Sigli, Mathrios Zulhidayat dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman dan beberapa staf lainnya sempat bernegosiasi. Namun napi melarang pihak kepolisian masuk dalam Rutan saat berlangsung proses lobi.

Ada tiga tuntutan hasil negosiasi yang dipenuhi oleh tim negosiator. Tuntut pertama agar segera diberi akses secepatnya agar tamu bisa berkunjung kembali. Tuntutan kedua, pegawai yang mengambil dispenser tersebut agar dikeluarkan dari Rutan. Pegawai tersebut diminta oleh napi tidak lagi bekerja di Rutan Kelas IIB Sigli. Sedangkan tuntutan ketiga layanan listrik harus segera diperbaiki, agar mereka bisa menjalani ibadah tarawih dan puasa yang tersisa satu hari lagi.

"Tiga tuntutan itu kita penuhi. Soal terima tamu, tidak mungkin hari ini. Kalau sudah bersih, lebaran nanti bisa layani tamu kembali," kata Meurah Budiman.

Menurut Meurah Budiman, pemicu utama terjadi kerusuhan, akibat pegawai mengambil dispenser yang ada dalam kamar hunian tanpa sepengetahuan Kepala Rutan. Padahal dispenser itu diberikan oleh Kepala Rutan sejak 5 bulan lalu untuk kebutuhan ibadah puasa.

"Dispenser itu diambil tidak tahu alasannya, sebenarnya permasalahan kecil, itu menjadi pemicu," ungkapnya.

Kata Meurah Budiman, penggunaan Dispen diperbolehkan di Rutan. Terlebih saat ini sedang menghadapi bulan puasa dan itu dibutuhkan oleh napi. "Itu yang bagikan dispenser Kepala Rutan lima bulan lalu," jelasnya.

Meurah Budiman juga tak menampik, Rutan Kelas IIB Sigli mengalami kelebihan kapasitas. Seharusnya kapasitas sebanyak 150 orang, sekarang dihuni oleh 446 orang. Kelebihan kapasitas hampir mencapai 200 persen.

"Benar ada over kapasitas. Tetapi soal kerusuhan, gak over kapasitas bisa saja juga terjadi bisa ada terjadi gesekan dan miskomunikasi dengan petugas," tutupnya.

Baca juga:
Napi Masih Kuasai Rutan Sigli, Polisi Dilarang Masuk
Bentrok Antar Tahanan di Penjara Brasil, 15 Orang Tewas
10 Hari Pascakerusuhan, 53 Napi Lapas Langkat Kabur Belum Kembali
Sempat Kabur dari Rutan Siak, Pengedar 6 Kilogram Sabu Ditangkap Kembali
Kerusuhan Rutan Siak, Dua Sipir Diperiksa Polisi
Menkum HAM Bedol Desa Semua Petugas Lapas Hinai Langkat Buntut Kerusuhan Napi

(mdk/noe)