Ditemukan Bungker Sepanjang 900 Meter di Bawah Permukiman Warga Klaten

PERISTIWA | 21 Januari 2020 20:31 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sebuah bungker atau terowongan kuno ditemukan di bawah permukiman warga Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. bungker tua yang diperkirakan dibangun pada zaman penjajahan Belanda itu masih terlihat tertutup.

Selama ini warga sebenarnya sudah mengetahui keberadaan bungker tersebut. Namun mereka baru berinisiatif untuk mengeksplorasi keberadaan bungker tersebut. Warga berniat menjadikan bungker tersebut untuk obyek wisata baru.

Berdasarkan pengamatan, di dalam bungker terdapat banyak persimpangan atau cabang. Bangunan fisik bungker terbuat dari material yang kokoh sehingga terlihat masih utuh meski berada di bawah permukiman. Sejumlah warga terlihat bergotong royong merenovasi bungker tersebut.

Salah satu inisiator sekaligus tokoh masyarakat Klaten, Danang Heri Subiantoro mengatakan, sekitar 30 atau 40 tahun lalu bungker tersebut tidak ada yang memasuki. Oleh karena itu, atas inisiasi warga sekitar, pada 25 November 2019 lalu warga mulai membahas untuk mengeksplorasi keberadaan bungker ini.

"Kami kemudian mengajak beberapa warga untuk melihat kondisi mulut bungker yang sudah tertutup oleh lumpur. 1 Desember lalu kami sepakat untuk masuk," ujar Danang, Selasa (21/1).

Menurut Danang, saat itu warga masuk ke dalam dengan cara merangkak. Saat itu kondisi dalam bungker memang penuh dengan lumpur. Sejak saat itu warga terus membersihkan endapan lumpur yang hampir memenuhi bungker.

"Kalau dihitung ada sekitar 10 truk lumpur yang berhasil dikeluarkan. Kita lakukan pengeluaran lumpur dengan bergotong-royong," jelasnya.

Menurut Danang, setelah ruangan bungker berhasil dibersihkan, kemudian dilakukan pengukuran. Tercatat, bungker memiliki tinggi sekitar 2 meter dan lebar 1,9 meter. Ia memperkirakan, panjang bungker mencapai sekitar 900 meter. Namun baru bisa dibersihkan sekitar 100 meter.

"Kalau perkiraan kami panjang bungker ini sekitar 900 meter, tetapi kan ini bercabang ya, jadi ada beberapa ujung," katanya.

Danang menambahkan, pihaknya sudah melaporkan keberadaan bungker, tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten. Kedua instansi tersebut sudah mengirimkan perwakilan untuk melihat keberadaan bungker.

Demikian juga dari pihak desa, kecamatan, dan Kodim juga sudah datang. Namun pihaknya belum mengetahui arahan dari Pemkab. Pihaknya berharap dibentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).

"Untuk renovasi, kita masih swadaya. Harapan kita nanti akan makin banyak pihak yang mau untuk terlibat. Mungkin saja pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Klaten dan dana CSR dari perusahaan swasta," katanya lagi.

Kendati demikian, warga tetap menginginkan agar bungker tersebut nantinya dikelola warga. Sehingga bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat. Pihaknya belum bisa menargetkan kapan bungker tersebut dibuka untuk tempat wisata.

Semua, dikatakannya, tergantung kesepakatan warga. Saat warga fokus untuk membuat pintu masuk.

"Ini baru kami buat tangga untuk pengunjung agar bisa mengakses bungker," imbuhnya.

Danang mengemukakan, nantinya bungker tersebut akan diberi nama bungker Pabrik Gula Cokro atau De Suikerfebriek Tjokro Toeloong Abad-18.

"Kami siap dilibatkan pada pengembangan wisata bungker ini, kalau suatu saat dibuka untuk wisata. Kami belum pernah menerima pembinaan dari Pemkab. Harapannya ke depan akan ada pembinaan dan pendanaan untuk melanjutkan renovasi ini," sambung seorang warga, Sahuri.

Sahuri merupakan salah satu warga yang rumahnya dilewati oleh bungker. Meski bangunan bungker tepat berada di bawah pondasi rumahnya, ia mengaku tidak khawatir.

"Warga pada awalnya sempat takut karena tidak ada yang tahu kekuatan dari bungker ini. Ternyata dindingnya sangat tebal dan kuat," pungkas dia. (mdk/cob)

Baca juga:
Mengenal Sejarah dan Budaya Tionghoa di Museum Hakka Indonesia
Menelusuri Jejak Peninggalan Mbah Beji di Depok
VIDEO: Menelusuri Jejak Tragedi Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di Lamongan
Rekam Jejak Tragedi Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di Lamongan
Petugas akan Angkat Arca Ganesha Purbakala dari Dieng usai Tahun Baru 2020
GPIB Immanuel, Gereja Tertua di Medan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.