Ditolak Keluarga karena Takut Sebarkan Corona, Pemudik di Blora Nekat Minum Deterjen

Ditolak Keluarga karena Takut Sebarkan Corona, Pemudik di Blora Nekat Minum Deterjen
PERISTIWA | 22 April 2020 20:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pria berusia 37 tahun nekat berusaha bunuh diri dengan meminum air deterjen, karena ditolak pulang oleh keluarganya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Keluarga takut pria tersebut membawa virus corona.

Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiyana saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa nahas tersebut. Agus mengatakan, si pria datang dari Surabaya yang merupakan zona merah penyebaran virus corona (Covid-19).

"KTP-nya asal Surabaya. Korban mau pulang ke rumah keluarganya di Cepu ditolak karena wilayahnya berasal ada kasus virus corona," kata Agus, Selasa (21/4).

Agus menjelaskan, korban mengenakan sepatu, baju lengan panjang dan celana hitam tergeletak di trotoar Bengawan Solo sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi itu masuk Kecamatan Cepu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Agus menceritakan, beruntung ada saksi mata yang mengetahui kejadian korban berusaha bunuh diri dan segera melaporkan ke polisi. Jika tidak, besar kemungkinan bisa meninggal dunia karena percobaan bunuh diri dengan meminum air deterjen dan memotong urat nadi sebelah kanan memakai silet.

"Korban menderita luka di lengan tangan dan dirawat di RSUD dr R Soeprapto Cepu," ungkap Agus.

Saat polisi dan petugas medis ke lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan, tampak para petugas medis memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Saat kejadian itu korban disebut-sebut membawa surat keterangan sehat. Namun saat dicek ternyata surat kehilangan barang dari pihak kepolisian Surabaya. "Yang dibawa itu bukan surat keterangan sehat, tetapi surat kehilangan," ucap Agus menambahkan. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami