Ditolak Pemerintah Bali, 17 Mahasiswa Timor Leste dari Wuhan Dikarantina di NTT

Ditolak Pemerintah Bali, 17 Mahasiswa Timor Leste dari Wuhan Dikarantina di NTT
PERISTIWA | 6 Februari 2020 08:03 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Pemerintah Republik Democratic Timor Leste meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk melakukan karantina 17 mahasiswanya dari Wuhan, China. Belasan mahasiswa itu sebelumnya direncanakan akan dikarantina di Bali. Namun karantina batal karena mendapatkan penolakan dari pemerintah setempat.

Demi kemanusiaan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan bersedia menerima permintaan karantina terhadap 17 mahasiswa Timor Leste dari Wuhan tersebut.

"Hal ini dilakukan jika ada perintah langsung dari Presiden kepada pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, karena sudah mendapatkan penolakan dari Pemerintah provinsi Bali," kata Karo Humas Setda Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu, Kamis (6/2).

Menurut Marius, pihaknya akan memastikan para mahasiswa itu negatif virus corona selama dikarantina sebelum diserahkan ke pihak Timor Leste.

"Kita akan pastikan mereka negatif terpapar virus Corona, sehingga kita akan memperlakukan mereka secara special medical pada saat karantina, hingga diserahakan ke Timor Leste secara sehat," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Pemprov NTT tinggal menunggu perintah...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami