Dituding terima Rp 700 juta, Gayus Lumbuun polisikan Hitam Putih

Dituding terima Rp 700 juta, Gayus Lumbuun polisikan Hitam Putih
PERISTIWA | 26 Februari 2014 14:25 Reporter : Agib Tanjung

Merdeka.com - Hakim Agung Gayus Lumbuun bertandang ke badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dia bersama tiga rekan hakim dan pengacaranya akan melaporkan tayangan Hitam Putih Trans7 yang menyebut dirinya menerima uang 700 juta dari artis Julia Perez (Jupe).

"Hakim-hakim agung yang mendampingi saya ini untuk membuat laporan tentang isu perkara antara Dewi Persik dan Jupe yang diindikasikan ada transfer Rp 700 juta pada saya. Tentu ini tidak benar, karena di rekening saya nggak ada uang itu," kata Gayus seusai tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Menurut Gayus, Hitam Putih sempat menayangkan dirinya saat mengadili perkara kedua artis tersebut. Dia juga disebut telah menerima transfer dana Rp 700 juta rupiah melalui e-banking.

"Ini sudah jelas banyak kejanggalan. E-banking itu jelas nggak boleh sampai 700 juta menurut Bank Indonesia, seharusnya media bisa kroscek dulu kepada saya kemarin. Maka ini menjadi meluas," ujarnya.

"Saya sebenarnya nggak mau komentar, saya berharap seperti PPATK, KPK dan Polri bisa mengusut ini. Oleh karena itu saya dengan tiga rekan saya dari Mahkamah Agung, saya punya inisiatif karena polisi sebagai penegak hukum punya IT, perbankan, dan bisa mengusut ini," paparnya.

Gayus mengaku bersedia diproses secara hukum jika dia benar-benar terbukti menerima uang sebesar Rp 700 juta itu. Namun jika tidak, dia berharap polisi bisa tegas mengusut kasus yang dianggapnya sebagai rekayasa ini.

"Saya tidak menyebut siapa yang harus diadukan, biar penyidik nanti yang melihat. Bagi saya ini sementara adalah penistaan. Kami bawa cukup dokumen penayangan yang dulu pernah diliput, rekamannya ada, tv lain juga saya rekam. Media cetak juga ada saya bawa," imbuh Gayus.

"Hal ini semoga bisa menjadi pembelajaran lembaga penyiaran untuk menyiarkan berita, karena rakyat sekarang sangat memperhatikan, bisa jadi berita liar dan penistaan pada lembaga negara," tutupnya. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami