Dituduh Tukang Santet, IRT di Kupang Dikeroyok hingga Tewas

Dituduh Tukang Santet, IRT di Kupang Dikeroyok hingga Tewas
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 28 Januari 2022 07:31 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kupang Barat membekuk dua dari empat pelaku penganiayaan, yang menyebabkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) meninggal dunia. Dua pelaku yang ditangkap polisi yakni YB alias Yanser (34) dan MN alias Melki (26). Kedua pelaku ditangkap di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu, mengatakan, kedua pelaku sudah diperiksa penyidik Reskrim Polsek Kupang Barat.

Menurut Hendra Karel Wadu, awalnya polisi menangkap Yanser di daerah Binilaka, Kecamatan Taebenu, Sabtu (22/1) pagi di rumahnya. Saat itu Yanser tidak memberikan perlawanan dan pasrah ketika dibawa ke Polsek Kupang Barat.

Dari Yanser, polisi mengetahui peran tiga pelaku lain dan berusaha mencari keberadaan mereka. Yanser pun langsung dititipkan di Rutan Polres Kupang usai diperiksa penyidik.

Korban adalah Yakoba (61). Dia dianiaya dan dikeroyok pada Sabtu (8/5) di rumahnya sendiri. Para pelaku datang ke rumah korban lalu menuduh korban dan suaminya sebagai tukang santet (suanggi).

Karena tuduhan tersebut tidak ditanggapi oleh korban dan suaminya, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan.

2 dari 2 halaman

Dari hasil pengembangan, polisi kembali membekuk Melki pada Kamis (27/1) subuh. Melki diamankan di dekat kampus Stikes Nusantara Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

"Kita sempat mencari Melki ke Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang namun kita temukan dan tangkap di dekat kampus Stikes Nusantara Kupang," ujar Hendra Karel Wadu.

Sama dengan Yanser, Melki pun mengakui perbuatannya yakni menganiaya korban hingga jatuh sakit, lalu meninggal dunia pada 10 hari pasca kejadian.

Kapolsek juga menegaskan, dua pelaku lain masih buron. "Pelakunya ada empat orang masing-masing tiga orang pria dan satu orang wanita," ungkap Hendra Karel Wadu.

Saat ini polisi masih mencari dua pelaku lain yakni, seorang wanita berinisial A dan seorang pria berinisial D. Sementara sejumlah saksi sudah diperiksa penyidik.

Penyidik Polsek Kupang Barat juga merampungkan berkas perkara kasus penganiayaan yang menyebabkan ibu rumah tangga meninggal dunia pada bulan Mei 2021 lalu.

Untuk menguatkan dan membuktikan dugaan korban dianiaya hingga meninggal dunia maka dilakukan autopsi pada Rabu (10/11) lalu.

Diketahui, korban dan suaminya dikeroyok dengan cara dipukul menggunakan tangan terkepal, serta menendang korban dan suami mengenai tubuh serta wajah hingga mengalami rasa sakit di bagian tubuh, memar dan bengkak di bagian wajah.

Korban jatuh sakit sejak kejadian pada tanggal 8 Mei 2021, lalu pada tanggal 18 Mei 2021 korban meninggal dunia.

"Tanpa (korban) sempat memberikan keterangan kepada para pelaku, para pelaku langsung memukul korban pada bagian wajahnya dan tubuh korban sehingga korban merasa sakit. Setelah kejadian penganiayaan tersebut, 10 hari kemudian korban meninggal dunia," jelas Hendra Karel Wadu.

Baca juga:
Viral Aksi 2 Remaja Pukul Ibu-Ibu Sambil Tertawa di Mini Market Bandung, Tuai Hujatan
Gara-gara Meludah, Kades dan Kasun di Lumajang Saling Tikam hingga Kritis
Kasus WN Yordania Pukul Petugas Bandara dan Polisi Berakhir Damai
Emosi Ketinggalan Pesawat, WN Yordania Pukul Petugas Lion Air dan Polisi
Gara-gara Salah Paham, Begini Nasib ABG di Trenggalek Dikeroyok hingga Babak Belur
Viral Tenaga Honorer Dipukuli ASN di Kantor DLH Cianjur, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami