Divonis mati, WN Malaysia masih kendalikan penyelundupan sabu ke Lapas Pontianak

Divonis mati, WN Malaysia masih kendalikan penyelundupan sabu ke Lapas Pontianak
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
PERISTIWA | 14 Maret 2018 18:55 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Barat membongkar upaya penyelundupan 5 kilogram sabu, di Pontianak, dan menangkap 6 orang sindikat narkotika. Satu di antaranya, seorang terpidana mati warga Malaysia yang berada di Lapas Kelas IIA Pontianak, diamankan lantaran diduga sebagai pengendali.

Kasus itu terbongkar setelah kepolisian merazia kendaraan yang melintas di jalan lintas Indonesia dan Malaysia, di Tayan Hulu, Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (12/3) sore lalu. Saat dilakukan penggeledahan sebuah mobil, ditemukan 5 kantong plastik diduga berisi sabu seberat total 5 kilogram.

Orang-orang dalam mobil diamankan, lantaran di dalamnya diduga berperan mengambil barang haram itu dari Malaysia. Pengembangan berlanjut hingga kepada 2 warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak, Darmansyah dan Ong Bok Seong alias Uncle, warga negara Malaysia yang mendekam di Lapas.

"Total ada 6 orang diamankan, di mana 5 adalah WNI dan 1 WNA Malaysia," kata Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan di Pontianak, Rabu (14/3).

Meski di balik jeruji, WN Malaysia terpidana mati berusia 70 tahun itu berperan sebagai pengendali. "Vonis hukuman mati yang bersangkutan sudah inkrah terkait kasus narkoba. Tapi masih melakukan kejahatan yang sama," ujar Didi.

Didi mengatakan, WN Malaysia itu, merupakan salah satu dari 18 pelaku penyalahgunaan narkoba yang divonis hukuman mati di Kalimantan Barat. "Lima kilogram sabu senilai Rp 7,5 miliar ini, dari hasil survei, bisa digunakan sekitar 50 ribu calon pengguna," ungkap Didi.

Masih dijelaskan Didi, pengungkapan jaringan Lapas IIA Pontinak, berkat sinergi yang dibangun Polda Kalbar bersama BNN dan Bea Cukai. "Polda Kalbar sudah komitmen perang dengan narkoba karena sudah meresahkan. Selain itu, narkoba menduduki rangking pertama di Kalbar," terangnya.

Didi juga menegaskan, informasi yang cepat disampaikan masyarakat, sangat membantu petugas. "Penegakkan hukum narkoba di Kalbar sangat keras dan tegas, dengan divonianya 18 pelaku penyalahgunaan narkoba di Kalbar," pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
PNS Kemenkumham jadi pengedar sabu yang didapat dari jaringan Lapas Cipinang
Polisi gagalkan penyelundupan ganja ke Lapas Kerobokan
Petugas Lapas bawakan alat hisap sabu pesanan narapidana di Tangerang
Atur pengiriman sabu dari Lapas, Udo Tohar divonis hukuman mati
Mau besuk teman di Rutan Padang, dua pengunjung kedapatan bawa sabu
Simpan sabu dalam bungkus permen, Wayan digiring ke kantor polisi
Berantas narkoba yang dikendalikan dari lapas jadi tantangan kepala BNN baru

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami