Dokter Gigi Tertipu Belanja Online Produk Perlengkapan Bayi

PERISTIWA | 17 Juli 2019 00:06 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Siti Yoni Hukmini (24) yang berprofesi sebagai dokter gigi, menjadi korban belanja online di media sosial Instagram. Perempuan yang tengah hamil delapan bulan ini berbelanja perlengkapan bayi di Instagram @raini.shoopp. Namun dia justru mengalami kerugian sebesar Rp1 juta.

Yoni mengatakan, online shop tersebut diduga berkedok menjual produk bayi diskon. Pada Minggu (14/7), dia melihat akun belanja online tersebut memampang paket produk bayi lengkap mulai dari stroller, box bayi, baby bouncher dan baby wolker. Semua barang itu dibanderol dengan harga Rp1 juta.

"Jadi sebelum saya memutuskan untuk membeli produk itu, saya mengeceknya di google terkait nama online shop @rani.shoopp dan nomor teleponnya. Saat itu saya tak menemukan suatu kecurigaan dan kejanggalan terhadap akun online shop tersebut," katanya saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Selasa (16/7) malam.

Tak menaruh rasa curiga, dia akhirnya mentransfer uang untuk pemesanan satu paket perlengkapan bayi. Setelah transfer, penjual berjanji segera mengirimkan barang pesanan malam itu juga.

"Setengah jam kemudian, dia kirim pesan WhatsApp kalau barang enggak bisa dikirim malam itu, karena tidak keburu, dia menjanjikan besok pagi," kata Yoni.

Dia tak mempermasalahkannya. Yoni tetap menunggu dengan pikiran positif. Kemudian, pada Senin (15/7) sekitar pukul 08.58 WIB, @rani.shoopp itu mengirimkan pesan di WhatsApp bahwa barang belum bisa dikirim karena perlu biaya asuransi Rp 1 juta.

"Saya bingung dong, kok sampai Rp 1 juta untuk asuransi saja. Biasanya cuma 0,2 persen kok. Saya mulai curiga, tapi saya tagih kan katanya gratis ongkir kok minta bayaran lagi?," tegas Yoni.

Penjual itu mencoba meyakinkan agar Yoni membayar biaya asuransinya. Yoni meminta penjual itu yang membayarkan terlebih dahulu uang beban asuransinya.

"Tapi, dia enggak mau. Katanya kalau enggak kasih uang asuransi Rp 1 juta barang enggak jadi kirim," ujar Yoni.

Merasa kesal, Yoni mengancam @rani.shoopp itu untuk menarik kembali uang Rp 1 juta yang telah dikirimkan sebelumnya. Sebab, jika tidak dirinya akan memperkarakannya ke polisi. Hingga akhirnya, nomor Yoni diblokir oleh pemilik akun.

"Jadi saya enggak bisa komunikasi lagi sama dia. Mulanya nomor handphone-nya masih aktif, tapi saya telepon tiga sampai lima kali ditolak. Putus komunikasi hingga sekarang. Ternyata setelah mengecek rekening penipuan itu di cekrekening.id bukan hanya saya yang kena, ada lima orang lainnya yang juga mengadukan laporan penipuan. Maka itu, saya laporkan ke polisi biar tidak ada lagi korban-korban lainnya," bebernya.

Laporan ini pun telah terdaftar di nomor LP/4281/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus, tanggal, 16 Juli 2019. Terlapor disangkakan telah melakukan tindak pidana penipuan melalui media elektronik. Ia dikenakan Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Baca juga:
Sindikat Penjualan Benih Jagung Bersubsidi di Kediri Dibongkar
OJK Catat 19.000 Aduan Penipuan Belanja Online Karena Barang Tak Dikirim
Jurus Pemerintah Agar Korban Penipuan Belanja Online Seperti Ridwan Kamil Berkurang
Marak penipuan, puluhan biro umrah dan haji di Solo gelar pameran
Penipuan berkedok travel umrah bukti lemahnya pengawasan Kemenag
Cari untung lewat kantong jemaah

(mdk/noe)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com