Harimau Positif Covid-19, Dokter Hewan Sebut Belum Ada Data Binatang Tularkan Manusia

Harimau Positif Covid-19, Dokter Hewan Sebut Belum Ada Data Binatang Tularkan Manusia
Covid-19. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 3 Agustus 2021 05:34 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Institut Pertanian Bogor University Huda Shalahudin Darusman menyatakan belum ada data dan riwayat hewan yang positif Covid-19 dapat menularkan virus itu ke manusia.

"Hewan bisa tertular Covid-19, tapi apakah terinfeksi atau hanya cemaran saja, sampai saat ini belum dapat dipastikan. Apalagi, kalau hewan sakit dapat menularkan ke manusia belum ada datanya, sehingga bisa disebut tidak ada," kata Huda Shalahuddin Darusman pada wawancara secara virtual diikuti dari Bogor, Senin (2/8).

Huda Shalahudon mengatakan hal itu menanggapi dua harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Huda Shalahudin, masyarakat, khususnya petugas di Taman Margasatwa Ragunan, tidak perlu panik terkait temuan hewan terpapar Covid-19.

"Temuan hewan terpapar Covid-19 di Ragunan ini bukan yang pertama kali terjadi di dunia, tapi tidak ada manusia yang tertular dari hewan," kata dia.

Dosen Farmakologi dan Toksikologi di Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini menjelaskan, dirinya mengetahui adanya dua harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan terpapar Covid-19, setelah pengelola Ragunan mengirimkan sampel hasil tes swab PCR kepada Laboratorium PSSB IPB, pada 15 Juli 2021.

"Setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya positif Covid-19," kata dia, dikutip Antara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, melalui pernyataan tertulisnya, Minggu (1/8), menyatakan, ada dua harimau sumatera di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, dilaporkan terinfeksi Covid-19. Keduanya bernama, Tino (9 tahun) dan Hari (12 tahun).

Menurut Suzi, Tino awalnya ditemukan sakit dengan menunjukkan gejala klinis sesak napas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan nafsu makan menurun, pada 9 Juli 2021. Dua hari kemudian, Hari juga mengalami sakit dengan gejala yang sama seperti Tino.

Pada 14 Juli, petugas di Taman Margasatwa Ragunan melakukan tes swab kepada Tino dan Hari. "Kemudian sampelnya dikirim ke laboratorium PSSP IPB Bogor. Hasilnya keluar pada 15 Juli, yang menyatakan kedua satwa tersebut terpapar Covid-19. (mdk/gil)

Baca juga:
Satu Pengungsi Etnis Rohingya di Medan Meninggal karena Covid-19
RSPAD Tambah 8 Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19
Menko Airlangga Klaim Penanganan Covid-19 Indonesia Membaik
Target 70 Juta Vaksinasi, Pemerintah Incar Perekonomian Bisa Kembali Dibuka September
Pemerintah Pantau Angka Kematian Covid-19 Warga Isoman
Menko Luhut Minta Pemimpin Bidang Politik Tak Asal Komentar Soal PPKM Level 4

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami