Dokter Paru Nilai Belum Diketahui Durasi Proteksi Vaksin Untuk Cegah Penularan Covid

Dokter Paru Nilai Belum Diketahui Durasi Proteksi Vaksin Untuk Cegah Penularan Covid
vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo
NEWS | 29 Juli 2021 19:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan menyatakan, belum bisa disimpulkan apakah vaksinasi Covid-19 bisa memberi perlindungan seumur hidup. Sebab corona merupakan virus baru.

"Vaksin berapa lama durasi proteksinya, ini penyakit baru, vaksinnya juga baru jadi, jadi belum sampai kepada tahap kita bisa mengatakan durasi proteksi vaksin berapa lama," katanya dalam diskusi Sehat, Waspada, dan Berdampingan Dengan Covid-19, Kamis (29/7).

Menurutnya, pengamatan masih terus dilakukan mengenai waktu ketahanan proteksi vaksin. Tetapi, dari penelitian, khusus vaksin Sinovac antibodinya hanya bertahan 6 bulan.

"Jadi sabar kita tunggu, tapi khusus Kepada Sinovac walaupun belum diumumkan oleh peneliti dari Bandung itu dikatakan setelah 6 bulan antibodinya menurun tapi kita tidak tahu menurunnya seberapa banyak, jadi kita tunggu saja kesimpulannya," ucapnya.

"Tapi kemungkinan besar Sinovac ini 6 bulan ini kemudian harusnya di booster untuk yang ketiga, tapi kita tunggu ketentuan dari pemerintah dan laporan dari penelitinya berapa besar proteksinya Sinovac dalam 6 bulan, karena pengamatan sudah lewat 6 bulan," tambahnya.

Meski begitu, ia berharap antibodi vaksin bisa bertahan hingga satu tahun lebih. Entah itu Sinovac, Moderna, Pfizer dan merk vaksin lainnya.

"Demikian juga Pfizer, Moderna dan lainnya kita tunggu, tapi saya berharap vaksin ini bisa satu tahunan minimal seperti influenza, karena terlalu cepat, capek juga hidup kita disuntik terus, jadi mudah-mudahan bisa lebih satu tahun," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Satgas: Juli Menjadi Bulan Tingkat Kematian Tertinggi Selama Pandemi di RI
Menteri PUPR: Pandemi Momentum Modernisasi Jalan Tol
Pemerintah Perpanjang Jangka Waktu Stimulus Ketenagalistrikan Ringankan Beban Rakyat
Dokter Paru Nilai CT Value Bukan Patokan Tepat Aman dari Covid-19
Update Covid per 29 Juli: Pasien Sembuh Lebih Tinggi dari Penambahan Jumlah Positif
Tujuh Hari Berturut Kasus Covid-19 Harian Tembus 6.000, Vietnam Perpanjang Lockdown

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami