Dokter Paru: Penderita Covid-19 Harus Banyak Minum Air Putih

Dokter Paru: Penderita Covid-19 Harus Banyak Minum Air Putih
Vaksinasi 6 Ribu Pelayan Publik dan Guru di Kota Tangerang. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar
PERISTIWA | 1 Maret 2021 06:04 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) cabang Jawa Tengah dr. Indah Rahmawati, mengingatkan, para penderita Covid-19 harus banyak mengonsumsi air putih.

"Bagi para penderita Covid-19 termasuk juga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan juga para penyintas harus banyak minum air putih," katanya dikutip dari Antara, Minggu (28/2).

Dia menjelaskan, pemenuhan cairan diperlukan guna mencegah dehidrasi.

"Sebenarnya aturan untuk banyak minum guna mencegah dehidrasi merupakan aturan umum bukan hanya untuk penderita Covid-19, tetapi disesuaikan kebutuhan masing-masing. Hanya saja kami menemukan banyak pasien yang malas minum saat sedang sakit. Sehingga demam tidak turun karena dehidrasi," katanya.

Selain itu, kata dia, dahak juga menjadi sulit keluar dan kondisi pasien makin lemas karena kondisi kurang cairan.

"Karenanya kami mengingatkan untuk banyak konsumsi air putih. Pemenuhan cairan tidak hanya dihitung dari minum air putih saja, tapi bisa dalam bentuk makan sup atau kuah makanan," katanya.

Dia menambahkan, para penyintas Covid-19 meskipun sudah dinyatakan sembuh juga harus tetap memperhatikan asupan cairan dan banyak minum air putih.

"Selain itu bagi penyintas Covid-19 pesan kami adalah agar tetap patuhi protokol kesehatan dan segera kontrol ke dokter jika masih ada gejala," katanya.

Sementara itu, dia juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Mari bersama-sama patuhi protokol kesehatan sebagai salah satu upaya dalam rangka memutus siklus penularan Covid-19," katanya.

Dia mengingatkan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada saat ingin makan bersama dan harus melepas masker.

"Pada saat makan bersama ada kemungkinan melepas masker dan terjadi kontak dengan orang tanpa gejala dalam jarak yang tidak aman," katanya.

Karena itu, yang menjadi kunci penting, kata dia, adalah memastikan tetap menjaga jarak.

"Bahkan jika perlu pilih tempat makan yang berada di luar ruang atau 'outdoor' karena ruangan terbuka dan jarak fisik yang terjaga bisa mengurangi risiko penyebaran dan penularan Covid-19," katanya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Update Pasien Sembuh Covid 28 Februari: Bertambah 6.649, Total 1.142.703 Orang
Satgas Terjunkan Tim Pantau Tracing dan Treatment Isolasi Mandiri
Menparekraf Sandiaga: Vaksinasi Langkah Kolosal Pulihkan Pariwisata
Menkes Budi Tegaskan Vaksin Gotong Royong harus Gratis
Update 28 Februari: Kasus Covid-19 Bertambah 5.560 Orang, 6.649 Sembuh
27 Februari, Kasus Bertambah 6.208, Total 1.329.074 Orang di RI Positif Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami