Dokter & Perawat RSU Daya Makassar Positif Covid-19, Layanan IGD Pasien Umum Ditutup

Dokter & Perawat RSU Daya Makassar Positif Covid-19, Layanan IGD Pasien Umum Ditutup
PERISTIWA » MAKASSAR | 30 Mei 2020 22:28 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Sudah dua hari, sejak Jumat, (29/5), layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum (RSU) Daya, Makassar ditutup untuk mengantisipasi penularan Covid-19 yang lebih banyak lagi. Penutupan layanan di IGD di rumah sakit tersebut setelah terkonfirmasi lima paramedis positif terjangkit Covid-19 masing-masing 2 dokter dan 3 perawat.

Humas RSU Daya, Wisnu Maulana menjelaskan, layanan IGD yang ditutup ini adalah layanan untuk pasien umum. Layanan untuk Covid-19 tetap dibuka karena ruang layanannya memang berbeda.

"Sengaja ditutup sementara untuk menjaga keselamatan petugas lainnya, pasien dan keluarganya yang datang berobat dari penularan Covid-19 karena di antara paramedis, sudah ada lima orang positif," kata Wisnu Maulana saat dikonfirmasi Sabtu (30/5).

Dia menguraikan, karena di rumah sakit ini juga melayani pasien Covid-19 maka suatu hari dilakukan rapid test semua petugas rumah sakit. Baik paramedis dan tenaga kesehatan lainnya.

Hasil rapid test itu, kata Wisnu, ada sejumlah petugas yang reaktif atau terdeteksi terjangkit virus. Sesuai prosedur, untuk memastikan jenis virusnya maka yang reaktif ini harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut yakni pemeriksaan swab.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan swab itu keluar, semua yang reaktif ini dikarantina mandiri. Dan saat hasil pemeriksaannya keluar, ada swab seorang perawat IGD dinyatakan positif.

"Perawat itu kini dirawat di infection center di RSU Daya. Karena satu perawat IGD ini dinyatakan positif, dilakukan lagi pemeriksaan swab terhadap seluruh petugas IGD. Saat sebagian hasil pemeriksaan swab keluar, ada lagi dua perawat dan dua dokter yang dinyatakan positif. Tapi karena mereka OTG atau Orang Tanpa Gejala maka hanya dikarantina mandiri. Jadi totalnya kini 5 orang," urai Wisnu Maulana.

Ditambahkan, saat semua hasil pemeriksaan swab keluar nanti dan jika hasilnya negatif maka layanan IGD untuk pasien umum akan kembali dibuka.

"Harapan kami semua semoga hasil swabnya itu negatif agar IGD umum bisa kembali dibuka. Tapi jika ternyata positif maka akan dicarikan solusi. Apakah personel IGD akan diatur lagi, diambil dari ruangan lain atau bagaimana. Tergantung pimpinan nanti," pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Dua Aspek Ini Jadi Penilaian Daerah Boleh Menerapkan Normal Baru Saat Wabah Corona
New Normal, Pengurus Olahraga Diminta Kreatif Lakukan Pembinaan Atlet
Wagub Tjokorda Oka: APD dan Alat Tes Covid-19 di Bali Masih Cukup
Kepala Daerah Harus Lakukan Tahapan Ini Sebelum Terapkan New Normal
Sekda DKI Pastikan Gaji PPSU Tak akan Dipotong, Ini Alasannya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami