Dokter RS Sultan Agung Semarang Meninggal Akibat Covid-19

Dokter RS Sultan Agung Semarang Meninggal Akibat Covid-19
PERISTIWA | 10 Juli 2020 20:39 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Seorang dokter Ahmadi (57) yang bertugas di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang meninggal dunia akibat terinfeksi covid-19. Dia meninggal dunia saat menjalani perawatan ruang isolasi di RSUD Wongsonegoro, Jumat (10/7) pukul 06.45 WIB.

"Benar tadi pagi meninggal informasinya beliau punya penyakit penyerta diabetes," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang, dr. Elang Sumambar, Jumat (10/7).

Sedangkan pemakaman jenazah dokter Ahmadi dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Saat ini, tim kesehatan sudah melakukan penelusuran keluarga Ahmadi. Hasilnya keluarga terjangkit Covid-19.

"Keluarganya juga positif, sedangkan istrinya dilakukan perawatan di rumah sakit, anaknya isolasi mandiri di rumah," jelasnya.

Adanya beberapa dokter gugur dalam penanganan covid-19, pihaknya meminta perhatian kepada pemerintah daerah. Adapun bentuk kepedulian dengan membantu melakukan pemeriksaan orang tanpa gejala (OTG) kepada beberapa tenaga medis.

"Saya harap ada pemeriksaan berkala tenaga medis. Misal OTG itu kalau di rapid test belum tentu terlihat, baru test swab kelihatan, kami minta pemerintah bantu sampling," ujarnya.

Elang mengimbau kepada dokter yang usianya memasuki 55 tahun untuk tidak memaksakan diri menangani pasien Covid-19. Selain itu juga dokter yang memiliki riwayat penyakit kronis.

"Jadi harus hati-hati, harus mempertimbangkan kesehatan juga," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Kabar meninggalnya dokter Ahmadi karena terpapar Covid-19 juga disampaikan Said Muhtar melalui media sosial Facebook. Dalam unggahannya, adik ipar dokter Ahmadi itu juga menyebut jika kakaknya gugur karena berjuang melawan Covid-19.

Direktur Utama RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati mengaku telah membenarkan dokter Ahmadi meninggal dalam perawatan di rumah sakit yang dikelolanya.

"Kalau penyebab meninggalnya dokter Ahmadi coba tanyakan saja ke Dinkes Kota Semarang. Kami belum bisa ungkapkan hasilnya," ujar dia.

Dengan meninggalnya dokter Ahmadi, maka hingga saat ini sudah ada lima dokter di Kota Semarang Raya yang meninggal akibat Covid-19. Sebelumnya, dua dokter yang meninggal adalah dokter Sang Aji Widi Aneswara dan dokter Elianna Widiastuti. Kedua dokter yang masih memiliki hubungan kakak adik itu juga meninggal akibat Covid-19.

Dokter Sang Aji meninggal 6 Juli lalu, sedangkan dr. Elianna meninggal lebih dulu pada 28 Juni. Selain tiga dokter di Kota Semarang, ada dokter Ane Rovian bertugas di Puskesmas Welahan Jepara juga meninggal dunia. Dia meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit Telogorejo Semarang pada Rabu 8 Juni 2020 pukul 16.30 WIB.

Sedangkan dokter Sovian Endin meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Moewardi Solo. Dokter asal Purwodadi meninggal pada Rabu 8 Juni 2020 pukul 16.30 WIB. (mdk/ray)

Baca juga:
Menko Luhut Dorong Kaltim Genjot Hilirisasi Selamatkan Ekonomi Imbas Pandemi
Jumlah Penumpang Meningkat, Bandara Adi Soemarmo Perketat Protokol Kesehatan
Menolak Dikarantina, Pasien Covid-19 di Bantul Dipulangkan ke Madura
Doni Monardo Soal Klaster Secapa AD: 17 Dirawat, Sisanya Beraktivitas Biasa
Gugus Tugas Covid-19 Periksa Lokasi Aktivitas Perekonomian Sekitar Secapa AD

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami