Dompet Dhuafa & Polri Audiensi Soal Mobil Dirusak, ini Hasil Kesepakatannya

PERISTIWA | 24 Mei 2019 15:30 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Tim Dompet Dhuafa mengadakan audiensi dengan pihak Mabes Polri terkait dengan kekerasan yang dialami beberapa relawan dan mobil dirusak saat aksi 22 Mei. Kedua pihak sama-sama berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

Dalam kesempatan itu, Mabes Polri yang diwakili oleh Karo Penmas Divisi Humas Brigjen Dedi Prasetyo meminta relawan kemanusiaan berkoordinasi dengan aparat kepolisian di lokasi. Selain itu, relawan kemanusiaan juga diminta menggunakan atribut yang jelas terlihat dan sudah disepakati sebelumnya dengan aparat.

"Kami sarankan juga kepada lembaga agar bisa memitigasi kejadian-kejadian ini. Pada saat bantuan kemanusiaan saat demo, harus ada komunikasi. Ini kuncinya komunikasi saja. Untuk mengkomunikasikan ke kabid humas. Nanti akan disampaikan ke Danpam objek. Hei pasukan, nanti akan ada ambulans yang akan membantu korban," kata Brigjen Dedi, Jumat (24/5).

Menurut Dedi, dalam aksi kemarin juga beberapa pihak menggunakan ambulans untuk melancarkan aksi mereka. Sebagai bukti, polisi mengamankan sebuah ambulans berlogo Partai yang mengangkut batu di lokasi kericuhan.

Polisi pasti akan memberikan jaminan keamanan pada petugas medis di lapangan. Yang penting, ada komunikasi agar tidak ada kesalahpahaman di lapangan.

Pihak Dompet Dhuafa menerima saran dari kepolisian untuk mencegah kejadian serupa terulang. Mereka menyayangkan kejadian kemarin.

"Latar belakang yang utama tentu karena polisi lelah, keadaan gelap dan tim Dompet Dhuafa juga lelah sehingga kami menyayangkan kejadian itu," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan.

Menurut Imam, saat itu tim Dompet Dhuafa sedang melakukan kegiatan kemanusiaan untuk semua pihak saat aksi 22 Mei. Ada tiga mobil yang diturunkan saat itu. Satu ambulans SUV dan dua mobil double cabin yang diisi obat dan support medis.

Saat ricuh 22 Mei pukul 00.16 WIB, polisi menghalau massa di sekitar Sarinah. Polisi juga meminta tim Dompet Dhuafa meninggalkan lokasi. Saat itulah kaca mobil dipecahkan dan anggota tim sempat kena pukul.

"Yang penting, yang utama ke depan tak terulang. Kami juga berkomitmen terhadap kesepakatan-kesepakatan memitigasi perlindungan bagi tim kemanusiaan dan tim medis. Tim media dan tim kemanusiaan mendapatkan ruang gerak yang bebas, yang sebaik-baiknya untuk berperan sesuai fungsinya sesuai kesepakatan dan aturan pihak berwenang," tutup Imam.

Baca juga:
Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Brimob Asal China Jaga Demo 22 Mei
Usut Penyandang Dana Perusuh 22 Mei, PPATK Tunggu Permintaan Polisi
Sandi Beberkan Pembicaraan Prabowo dan JK, Soal Gugatan ke MK Hingga Aksi Damai
Pembatasan Akses WhatsApp dan Medsos Disebut Cukup Ampuh Tangkal Hoaks
Mabes TNI Sebut Isu Provokator di Petamburan Anggota BAIS Hoaks
Wiranto: Saya Hormat Betul Pada Pak Prabowo Jika Bisa Mengontrol Pendukungnya

(mdk/ian)