Doni Monardo: 2 Hari Terakhir Saya Agak Tenang, Tak Ada RS Minta APD

Doni Monardo: 2 Hari Terakhir Saya Agak Tenang, Tak Ada RS Minta APD
PERISTIWA | 6 April 2020 15:41 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, Pemerintah melalui berupaya agar distribusi alat pelindung diri (APD) ke seluruh rumah sakit di Indonesia berjalan lancar.

Doni cerita sampai harus turun tangan langsung untuk memantau proses distribusi APD. Bahkan hingga dini hari, demi memastikan permintaan-permintaan dari RS dapat diterima dan ditanggapi oleh pemerintah.

Lewat rapat virtual bersama Komisi VIII DPR, Doni mengakui, kerap mendapatkan keluhan dari rumah sakit atas kekurangan APD. Namun, keluhan-keluhan tersebut kian berkurang dari hari ke hari.

Dalam paparan Doni, total kebutuhan APD April-Mei 2020 sebanyak 4.733.570 set APD. Sementara Per 4 April 2020, sudah terdistribusi sebanyak 395.650 set unit apd ke seluruh indonesia.

"Hari ini ada tambahan lagi Pak Pimpinan, 105 ribu APD. Jadi 2 hari terakhir saya relatif agak tenang, agak senang karena sudah tidak ada kepala rumah sakit yang kirim SMS kepada saya bapak pimpinan. Biasanya saya tiap malam harus menunggu sampai jam 2 dini hari untuk memastikan rumah sakit mendapatkan APD," kata Doni, Senin (6/4).

Distribusi APD, lanjut dia, sebagian besar menggunakan transportasi udara. Dalam hal ini pemerintah mendapatkan dukungan armada dari Markas Besar TNI.

"Boeing 737, CN-295, dan Hercules," urai dia.

1 dari 1 halaman

Doni pun menyebut sejumlah kendala yang dihadapi dalam proses distribusi. Salah satunya, ternyata APD yang tiba di daerah tidak langsung didistribusikan atau diambil oleh pihak RS di bandara.

"Karenanya kami meminta aparat TNI dan Kepolisian di daerah ketika barang datang, maka RS bisa langsung menuju bandara, kemudian diatur di bandara sehingga tidak perlu menunggu lagi pengaturan oleh dinas kesehatan. Jadi unsur dinas kesehatan BPBD di provinsi dan kabupaten/kota dan dibantu jajaran TNI-Polri kita harapkan pendistribusian ini bisa cepat," tegas Doni.

Sejumlah ahli dari gugus tugas pun telah berkoordinasi dengan peneliti untuk memproduksi APD sendiri dari bahan baku yang dimiliki Indonesia. Tentunya sesuai dengan standar WHO.

"Dan Kemenkes telah berkoordinasi dengan WHO, kita akan bisa produksi APD dengan bahan baku lokal. Tadi sudah kami perlihatkan kepada bapak presiden bahwa ini standar dan ini aman digunakan oleh para dokter," terang dia.

"Apabila ini bisa kita produksi secara massal dan kebutuhan domestik bisa kita penuhi, insya Allah kita bisa mengirimkan APD ini ke beberapa negara yang hari ini sangat membutuhkan," tandasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Ini Skenario Buruk Jika Pelebaran Defisit Mencapai 5 Persen dari PDB
Pemprov DKI Perpanjang Kebijakan Kerja dari Rumah Hingga 19 April
Bareksa dan OVO Ajak Masyarakat Berinvestasi Dukung Pemerintah Perangi Corona
Kabar Gembira, Pasien Sembuh Covid-19 di Jawa Timur Bertambah 8 Orang
Tak Ada Tamu Menginap, Belasan Hotel di Lombok Rumahkan 1.316 Karyawan
20 Tenaga Medis di Jakarta Dinyatakan Sembuh Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami