Doni Monardo: Dari 2 Ribu Orang Ikut Tabligh Akbar di Gowa, Baru 900 yang Lapor

Doni Monardo: Dari 2 Ribu Orang Ikut Tabligh Akbar di Gowa, Baru 900 yang Lapor
PERISTIWA | 7 Juni 2020 14:59 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta, kepada warga Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sempat mengikuti tabliq akbar di Gowa, Sulawesi Selatan segera melaporkan diri. Hal tersebut guna antisipasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Sebab, ada 2 ribu orang mengikuti acara tersebut.

"Saya mendapat laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel bahwa ada sekitar 2 ribu warga Kalsel yang sempat datang ke acara tabliq akbar di Gowa. Namun sekarang baru sekitar 900 warga yang melapor dan memeriksakan diri," kata Doni saat mengunjungi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit di Banjarbaru, Minggu (7/6).

Menurutnya, kesadaran untuk memeriksakan diri sangat penting agar penularan bisa dicegah. Dengan memeriksakan diri, maka akan diketahui hasilnya apabila positif maka bisa melakukan isolasi mandiri atau menjalani karantina mandiri.

"Jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kalsel angkanya terus meningkat. Di sinilah diperlukan kesadaran untuk peduli kepada saudara-saudara kita," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Lebih lanjut, Doni percaya, masyarakat Kalsel mempunyai kearifan lokal untuk bisa menekan angka penularan Covid-19.

"Kunci keberhasilan di beberapa daerah dalam menekan penularan Covid-19 terletak pada kemauan untuk menerapkan disiplin, menjalankan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas, memanfaatkan kearifan lokal, dan militansi dari petugas medis untuk melakukan testing kepada warga yang diduga terpapar Covid-19," pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berterimakasih akan hal ini. Ia pun menyadari peningkatan jumlah kasus di Kalsel sangat tinggi dan membuat pemerintah daerah sempat kewalahan atas cepatnya penularan yang terjadi di masyarakat.

"Belum pernah saya dihadapkan kepada situasi seperti sekarang. Kami memang terkaget, tetapi kami tidak putus asa. Bersama-sama para bupati dan wali kota, serta seluruh komponen masyarakat, kami mencoba mengendalikannya,” kata Shabirin. (mdk/rnd)

Baca juga:
Jokowi: Dengan Berolahraga Imunitas Meningkat, Kesehatan Jadi Lebih Baik
Dampak Covid-19, Asosiasi Pusat Belanja Minta Keringanan Pembayaran PBB
Jelang New Normal, Masyarakat Diingatkan Tetap Waspada Penyebaran Covid-19
Kelangkaan Tabung Oksigen Landa Peru di Tengah Pandemi
Monas Buka Pekan Ketiga Juni, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5