Doni Monardo: Tetap Disiplin Protokol Kesehatan Meski Vaksin Telah Didatangkan

Doni Monardo: Tetap Disiplin Protokol Kesehatan Meski Vaksin Telah Didatangkan
Doni Monardo BNPB. ©2020 Merdeka.com/BNPB
PERISTIWA | 18 Desember 2020 10:38 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo terus mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Doni mengatakan, menerapkan protokol kesehatan penting guna mencegah penyebaran Covid-19 kendati pemerintah telah mendatangkan vaksin.

"Tetap waspada. Kita harus mengingatkan kepada siapapun orang di sekitar kita untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan," kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12).

Di sisi lain Doni memberikan apresiasi atas peluncuran Buku Putih Penanganan Pandemi Covid-19 F-PKS yang diselenggarakan melalui media daring di Jakarta, Kamis (17/12). Menurutnya, buku yang disusun secara lugas oleh Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher bersama tim, menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam penyelenggaraan penanganan Covid-19 di Indonesia untuk ke depannya.

"Selamat atas peluncuran buku ini. Kami merasa sangat bangga dan semua usulan-usulan, masukan serta kritik yang disampaikan kepada pemerintah tentunya akan menjadi catatan penting bagi kami dalam menyelenggarakan penanganan Covid-19 ini ke depan," kata Doni.

Dia juga berharap, segenap komponen khususnya tokoh daerah untuk bekerja lebih keras lagi dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. Sebab, hingga saat ini masih ada pihak-pihak yang tidak percaya dengan Covid-19.

Dia juga berharap, segenap komponen khususnya tokoh daerah untuk bekerja lebih keras lagi dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. Sebab, hingga saat ini masih ada pihak-pihak yang tidak percaya dengan Covid-19.

"Kita ke depan harus bisa bekerja lebih keras, untuk bisa menjelaskan bahaya Covid-19 ini kepada publik kepada masyarakat. Karena 16 persen masyarakat kita masih ada yang belum percaya tentang Covid-19," kata Doni.

Doni juga yakin bahwa dengan memberikan pemahaman literasi yang baik dan didukung oleh pendekatan berbasis kearifan lokal, maka penanganan Covid-19 di Tanah Air menjadi lebih baik.

"Dengan bahasa yang mudah dipahami dengan kearifan lokal yang bisa digali dari tiap-tiap daerah, maka kita yakin COVID-19 ini bisa kita tangani dengan lebih baik," jelas Doni.

Pada kesempatan yang sama, Doni juga menyampaikan masukan terkait beberapa hal yang tersurat di dalam buku seperti mengenai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan wilayah dalam penanganan Covid-19. Dalam UU tersebut, Doni melihat ada beberapa bab yang harus ditambahkan, sehingga penanganan wabah di Tanah Air bisa lebih baik.

"Belum ada penjelasan yang lebih detil, tentang bagaimana menangani pencegahannya. Seperti hal nya kapan kekarantinaan itu diberlakukan," kata Doni.

Sebagai contoh, Doni menyoroti apa yang disinggung dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Ayat 1, tentang kebutuhan dasar hidup manusia dan hewan ternak yang mana menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Dia menilai bahwa urusan makanan hewan ternak sebaiknya tidak menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan cukup menjadi kewenangan pemangku kebijakan di daerah masing-masing.

"Selama dalam karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat," ucap Doni mengutip isi UU Nomor 6/2018 Ayat 1.

Menurutnya, hal itu akan menyulitkan karena harus ikut serta bertanggung jawab mengurusi makanan ternak. Dia pun berharap usulannya itu diterima semua pihak agar penanganan pandemi di Indonesia bisa lebih baik.

"Semoga usulan ini bisa diterima sehingga kelak di kemudian hari apabila kita menghadapi kasus serupa, maka kita akan bisa lebih baik lagi dalam penanganannya," kata Doni. (mdk/gil)

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami