Doni Monardo Tinjau Lokasi Pengungsian Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Doni Monardo Tinjau Lokasi Pengungsian Erupsi Gunung Ile Lewotolok
Kepala BNPB Doni Monardo di Rapat komisi VIII. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo
PERISTIWA | 2 Desember 2020 09:10 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia meninjau lokasi pengungsian pascaerupsi Gunung Ile Lewotolok.

Doni mengatakan, kedatangannya ke NTT untuk memastikan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok mendapatkan pelayanan terbaik.

"Pelayanan publik yang baik adalah ketika negara hadir dan pemerintah beserta pejabatnya mampu melindungi jiwa masyarakat. Salus Populi Suprema Lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (2/12).

Selain mengunjungi lokasi pengungsian, Doni juga menyerahkan bantuan berupa 5 unit tenda pengungsi, 2 flexible tank, 2.000 paket family kit, 200 sandang, 500 perlengkapan bayi dan 1.200 paket tambahan gizi. Kemudian 1.200 paket lauk pauk, 1.200 makanan siap saji, 200 ribu masker kain, 4.000 matras dan 5.500 lembar selimut.

Gunung Ile Lewotolok dilaporkan bererupsi pada Minggu (29/11) pada pukul 09.45 WITA. Kolom abu teramati hingga kurang lebih 4.000 meter dari puncak gunung.

Peristiwa ini mengakibatkan 5.830 jiwa mengungsi ke 20 titik pengungsian. Adapun lokasi pengungsian warga meliputi Kantor Bupati Lama sebanyak 576 jiwa, Parak Walang 456 jiwa, Aula Kelurahan Lewoleba Tengah 279 jiwa, Desa Tapolangu 287 jiwa, Aula Kopdit Ankara 169 jiwa, SMPN I Nubatukan 160 jiwa, Pasar Lamahora 112 jiwa, SDI Lewoleba 82, Aula Kelurahan Lewoleba Timur 65, Aula Selandoro 50 dan BKD PSDM 46 jiwa.

Selain lokasi tersebut, pengungsi juga tersebar di beberapa desa, seperti Lewoleba Timur 1.042 jiwa, Selandoro 1.015, Lewoleba Selatan 467, Lewoleba 347, Lewoleba Barat 286, Lewoleba Tengah 286 dan Lewoleba Utara 105.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunung (PVMBG) menetapkan status Gunung Ile Lewotolok menjadi Level III atau siaga. (mdk/fik)

Baca juga:
Pemkab Lembata: Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Membutuhkan Masker
Pengungsi Erupsi Gunung Ili Lewotolok Meningkat, Capai 5.830 Orang
Jejak Erupsi Gunung Ile Lewotolok, dari Tahun 1660 hingga 2020
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi
Gunung Ili lewolotok Erupsi, PMI Bantu Evakuasi warga ke Kantor Bupati Lama

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami