DPO Rutan Donggala Kabur Setelah Gempa, Ditangkap Usai Curi Motor di Samarinda

PERISTIWA | 4 Juli 2019 01:42 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Ferdiansyah (26), tahanan yang kabur dan masuk DPO Rutan Kelas IIB Donggala usai kerusuhan di Rutan pasca gempa 7,4 SR pada 28 September 2018 lalu, dibekuk di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (2/7) kemarin, usai mencuri motor. Ferdiansyah kini mendekam di penjara bersama temannya AJ (15).

Penangkapan Ferdiansyah, berawal dari kasus curanmor yang terjadi Jumat (28/6) dini hari, di Jalan KH Imam Bonjol. Saat itu, motor Honda Scoopy raib di teras depan rumah, meski terkunci stang.

"Kami langsung lidik, dan kita dapatkan visual dari CCTV terdekat. Wajah terduga pelaku terekam CCTV, ada 2 orang," kata Kapolsek Samarinda Kota Kompol Nur Kholis, ditemui di kantornya Jalan Bhayangkara, Rabu (3/7).

Kerja keras tim Reskrim Polsek Samarinda berbuah hasil. "Kejadian tanggal 28 Juni, akhirnya Senin (1/7) malam, kita amankan pelaku di kawasan Jalan KH Agus Salim Gang Tanjung. Wajah kedua pelaku ini, sama persis dengan rekaman CCTV," ujar Kholis.

Ferdiansyah, bersama AJ (15) yang masih anak di bawah umur, kini ditahan di sel Mapolsek Samarinda Kota. "Kita tetapkan tersangka. Di Donggala, dia (Ferdiansyah) ini masih status tahanan. Belum sidang, belum vonis. Jadi, begitu Rutan Donggala dibakar tahanan, dia kabur ke Samarinda dan masuk DPO," terang Kholis.

"Sedangkan AJ, masih pelajar. Dia baru lulus kelas III SMP, dan baru akan lanjut pendidikan ke bangku SMA. AJ ini turut serta (mencuri motor) karena motor yang digunakan saat akan mencuri adalah motor AJ," tambah Kholis.

Di kesempatan yang sama, Ferdiansyah mengakui perbuatannya. "Saya tidak sadarkan diri waktu ambil motor, saya mabuk. Baru sekali ini curi motor, cuma untuk dipakai saja. Saya memang dari Rutan Donggala karena kasus curi HP, belum vonis. Setelah dibakar, ke Kalimantan naik kapal dan tinggal di rumah bapak angkat di Samarinda," aku Ferdiansyah.

Diketahui, rusuh pecah di Rutan Kelas IIB Donggala, pada 29 September 2018 lalu. Tahanan meminta keluar Rutan, untuk bertemu keluarganya pasca gempa 7,4 SR di Donggala dan Palu, sehari sebelumnya. Tahanan mengamuk hingga 30 September 2018 dini hari, hingga membakar Rutan. Saat itu, diperkirakan ratusan tahanan kabur.

Baca juga:
2 Tahanan Polsek Kuta Selatan yang Kabur Ditangkap di Jakarta
10 Hari Buron, Napi Kabur dari Lapas Pati Diburu Tim Kemenkumham
Ditinggal Petugas Tidur, 2 Tahanan Polsek Kuta Selatan Kabur usai Menggergaji Sel
Kabur dari Penjara Sejak 2017, Asep Diciduk karena Kasus Pencurian
Pegawai Rutan di Jambi Diduga Siapkan Linggis dan Pahat untuk Bantu Napi Kabur
Provokator Kerusuhan Rutan Lhoksukon Ditangkap Saat Sembunyi di Semak

(mdk/rhm)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com