DPR Anggap Perlu Ada Perppu soal Penanggulangan Bencana

DPR Anggap Perlu Ada Perppu soal Penanggulangan Bencana
PERISTIWA | 13 Maret 2019 16:16 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat penanggulangan bencana Nusa Tenggara Barat (NTB). Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen dan dihadiri oleh beberapa pihak terkait di antaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Rapat tersebut berlangsung kurang lebih selama tiga jam dan menghasilkan beberapa kesimpulan. Salah satunya dalam membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) penanggulangan bencana.

"Tim pengawas DPR menganggap perlu penerbitan Perppu terkait Penanggulangan Bencana untuk mempercepat pelaksanaan penanggulangan dampak bencana," kata Fahri, Rabu (13/3).

DPR juga menginginkan pemerintah bisa memastikan pemerintah bisa memberikan kejelasan soal dana penanggulangan bencana. Pasalnya dana pemulihan lokasi terdampak bencana masih kurang.

"Kan tadinya sebelum april sudah beres 100 persen tapi tadi kita dengar kan masih minim sekali ya kan itu uangnya belum dibangun loh karena gini rumah itu kan anggarannya 50 juta untuk nyelesaikan rumah di transfer 25 juta pun itu belum jafi karena enggak mungkin orang tinggal di rumah dindingnya enggak ada atep enggak ada," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, tim pengawas DPR meminta pemerintah untuk melakukan validasi dan verifikasi data penerima dana stimulan berdasarkan usulan terbaru dari pemerintah daerah beserta penyederhanaan persyaratan pembangunan rumah. Serta meminta pemerintah memperbanyak bank selain BRI dan meminta agar bank tidak menjadi lembaga verifikasi.

"Mendesak pemerintah untuk melakukan pemutakhiran data penerima program PKH, PBI, JKN, dan program jaring pengaman sosial lainnya sehingga korban bencana yang berhak dapat mengakses seluruh program bantuan sosial yang dimaksud," ucapnya. (mdk/eko)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami