DPR Dorong Mendagri Minta Pemda Tutup Wisata Cegah Potensi Kerumunan

DPR Dorong Mendagri Minta Pemda Tutup Wisata Cegah Potensi Kerumunan
Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko
PERISTIWA | 12 Mei 2021 11:43 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus meminta Pemerintah Daerah memahami potensi kerumunan di tempat wisata saat hari raya lebaran. Guspardi menyarankan Pemda menutup tempat wisata meski tanpa ada instruksi Kementerian Dalam Negeri.

"Artinya ada surat menteri atau tidak tapi (kalau) tidak diindahkan percuma juga, yang paling penting kita punya kesamaan visi misi dalam cegah pandemi Covid-19," kata Guspardi kepada wartawan, Rabu (12/5).

Guspardi mendorong Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan instruksi kepada kepala daerah untuk menutup tempat wisata selama lebaran. Ia menilai, pelarangan ini perlu konsistensi dan ketegasan agar meminimalisir adanya kerumunan dan potensi klaster baru Covid-19 bisa diperkecil.

"Makanya perlu surat erdaran atau instruksi dari Mendagri (Tito Karnavian) kepada seluruh kabupaten kota dan provinsi, meminta kepada kepala daerah untuk menutup tempat wisata," ucap anggota DPR Fraksi PAN ini.

Sementara itu, untuk daerah zona hijau dan kuning saja yang diperbolehkan untuk membuka tempat wisata. Namun dengan syarat dibatasi jam operasional dan jumlah pengunjung. Prokes ketat harus ditegakkan. Guspardi juga meminta Pemda melibatkan aparat keamanan untuk melakukan pengawasan.

"Mencegah jauh lebih baik daripada lepas kendali dan terjadi tsunami covid-19 seperti India. Apalagi sudah ditemukan varian baru mutasi Covid-19 yang lebih ganas penyebarannya. Kita harus sungguh-sungguh waspada. Karena masalah kesehatan dan keselamatan nyawa masyarakat lebih utama penanganannya dari pada aspek-aspek lain," pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumya Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran Mendagri Nomor 800/2794/SJ tanggal 4 Mei 2021 tentang pembatasan jumlah peserta buka puasa bersama dan larangan ASN menggelar halal bihalal Idulfitri 2021.

Pelarangan merupakan mitigasi penyebaran Covid-19. Pemerintah tak ingin Idulfitri 2021 justru meningkatkan penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. (mdk/ray)

Baca juga:
Data Terbaru Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran 12 Mei 2021
Satgas Covid-19 Minta Pemda Karantina Pemudik saat Tiba di Kampung Halaman
Harus Ada yang Bertanggung Jawab jika Warga Meninggal Akibat Vaksinasi
Temui Nelayan, Polisi Kepulauan Meranti Patroli di Laut Ingatkan Bahaya Covid-19
Trio Meninggal Usai Divaksinasi, Pegadaian Tunggu Hasil Investigasi Komnas KIPI

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami