DPR Minta Kejagung Selidiki Oknum Makelar Proyek Kerap Catut Nama HM Prasetyo

PERISTIWA | 29 November 2019 22:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding berbicara mengenai oknum yang selama ini diduga kerap memeras kepala daerah. Dia menjelaskan, dirinya telah mengetahui siapa oknum yang melakukan pemerasan dengan meminta jatah ataupun mengatur proyek dengan mencatut nama mantan Kepala Kejaksaan Agung HM Prasetyo.

Dia mengaku, terdapat dua nama yang diduga mencatut nama mantan Kepala Kejaksaan Agung dalam melakukan aksi pemerasan yakni Imelda dan Pudji. Namun, Sudding tidak menjelaskan secara detail latar belakang Imelda dan Pudji yang dimaksud itu.

"Iya, ada dua nama, Imelda dan Pudji," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (29/11).

Menurutnya, Imelda dan Pudji kerap mencatut nama Prasetyo untuk mengintimidasi para jaksa ataupun kepala daerah. Tujuannya untuk mengatur proyek-proyek di daerah tertentu.

"Sama, dia (Pudji) yang selalu mengatasnamakan jaksa agung dan mengatur-ngatur institusi kejaksaan dan proyek," terangnya.

Namun, Sudding menjelaskan, Imelda adalah sosok yang sering mendapat proyek Alkes di berbagai daerah. Sedangkan Pudji adalah sosok yang dianggap sebagai makelar proyek.

Namun hal itu baru sebatas dugaan. Karena, kata dia, nama Pudji sendiri juga pernah disebut oleh anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dan Ketua Komisi III DPR Herman Hery.

"Bisa jadi, nama Pudji yang diungkapkan Arteria Dahlan dan Ketua Komisi III Herman Hery, modusnya, hampir sama dengan Imelda, dan nama yang diungkap hanya sebatas Pudji," tegas Sudding.

Sebelumnya, dalam kesimpulan rapat dengar pendapat antara DPR dengan Kejaksaan Agung sebelumnya, kata Sudding, Komisi III mendesak dan meminta kepada Kejaksaan Agung agar dua orang tersebut diproses hukum.

"Kami minta agar orang-orang ini diproses hukum," tutupnya.

Hal senada dilontarkan Anggota Komisi III Supriansa. Nama Imelda dan Pudji diakuinya dipertanyakan oleh sejumlah dewan saat RDP dengan Kejagung.

Meski demikian, Supriansa mengaku tidak kenal dengan sosok Imelda dan Pudji. "Saya juga tidak kenal siapa mereka itu," singkatnya. (mdk/fik)

Baca juga:
DPR Minta Tak Ada Intervensi Pemilihan Kabareskrim
Menkum HAM Upayakan Omnibus Law Masuk Prolegnas 2020
Menkum HAM Sebut Beberapa Pasal di RUU KUHP Perlu Dibahas Ulang
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Raker dengan Komisi III DPR RI
Komisi III Pastikan Dewan Pengawas Tak Ganggu Independensi KPK
Salam Perpisahan dari KPK era Agus Rahardjo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.