DPR Tagih Penuntasan Kasus Novel, Kapolri Janjikan Perkembangan Signifikan

PERISTIWA | 20 November 2019 17:57 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Idham Azis masih memimpin tim teknis penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Idham mengaku, secara de facto masih menjabat sebagai Kabareskrim karena belum ada penggantinya meski dia sudah dilantik menjadi Kapolri.

Hal itu menanggapi pernyataan anggota Komisi III Arsul Sani. Arsul meminta Idham memberikan perhatian khusus terhadap kasus penyerangan penyidik senior KPK itu.

"Kebetulan saya masih kabareskrim, belum ada pengganti saya, masih diproses di Wanjakti. Sehingga saya yakinkan kita terus bekerja dan bekerja," kata Idham saat rapat kerja bersama Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).

Idham memastikan tim teknis masih terus bekerja. Presiden Joko Widodo memberi tambahan waktu kerja tim teknis hingga Desember.

Di hadapan anggota DPR Komisi III, Idham meminta didoakan agar tim bisa segera menyelesaikan pekerjaannya. Tim yang dipimpinnya disebut-sebut mendapatkan temuan signifikan.

"Saya berharap minta doa restu, mudah-mudahan waktu yang tak lama lagi akan ada perkembangan dan temuan yang signifikan, sehingga kita bisa secepatnya mengungkap," ucapnya.

1 dari 1 halaman

DPR Tagih Janji Kapolri

Komisi III meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberi perhatian lebih soal perkembangan kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Anggota Komisi III Arsul Sani berharap Kapolri dapat memberikan progres kelanjutan kasus Novel.

"Novel kasus membebani Polri dan menimbulkan prasangka terlalu jauh bagi polri. Saya harap ada progres yang bisa di-update terus menerus," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (20/11).

Arsul berharap ada perhatian khusus terhadap kasus yang sudah terjadi dua tahun lebih itu. "Kami harap jadi atensi khusus Kapolri," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Anggota DPR: Saya Yakin Pak Kapolri Tahu Siapa Pelaku Penyerangan Novel
Komisi III Minta Kapolri Beri Perhatian Khusus di Kasus Penyiraman Novel
Sama-sama Sulit Terungkap, Kapolri Sandingkan Kasus Akseyna dengan Novel
Fakta Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Bukan Rekayasa Seperti Disebut Dewi Tanjung
ICW Tuding Laporan Dewi Tanjung untuk Kaburkan Fakta Penyiraman Air Keras ke Novel
KontraS Bawa Bukti Kuat Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan Bukan Rekayasa