DPRD Dikuasai Gerindra dan PKS, Ridwan Kamil Ogah Bahas Urusan Masalah Lalu

PERISTIWA | 14 Agustus 2019 22:43 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak ingin perseteruannya dengan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di masa lalu terus berlanjut, terlebih saat ini posisi pimpinan di DPRD Jabar dikuasai dua partai tersebut.

"Jangan membahas lagi urusan masalah yang lalu. Biasakan kita setelah kompetisi selesai kita duduk bersama lagi, untuk membahas apa yang bisa dikerjakan bersama-sama," kata Ridwan Kamil di Kantor KPU Provinsi Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (14/8).

Ridwan Kamil mengaku sudah tidak sabar untuk bekerja sama dengan anggota DPRD yang akan dilantik pada 2 September 2019. Semua fungsi pemerintah akan berjalan dengan maksimal pada Oktober setelah semua urusan pimpinan dewan beserta pembagian komisi, pimpinan fraksi selesai.

"60 persen anggota (DPRD Jabar) baru. Tentunya semua pastinya biasanya bersemangat. Kami sangat terbuka selama untuk kepentingan masyarakat Jabar kita bisa dialog. Tidak ada lagi istilah Pilgub, Pileg, Pilpres. Itu sudah lewat," ucap dia.

Ia memastikan pemerintahan di bawah pimpinannya menerima kritikan ketika kebijakannya melenceng dari kepentingan masyarakat. Bahkan kesiapan menerima kritikan tidak hanya berlaku dari dua partai peraih kursi terbanyak di DPRD Jabar, yaitu Partai Gerindra dan PKS yang notabene tidak mendukungnya di Pilgub Jabar.

"Mau kritikan dari partai pengusung bukan pengusung dari masyarakat dan dari manapun selama itu mengkritik membangun," imbuhnya.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT