DPRD Jambi: Pemerintah Pusat Harus Ikut Tangani Kabut Asap di Jambi

PERISTIWA | 10 September 2019 08:26 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Ketua DPD PDIP Jambi, Edi Purwanto ditunjuk jadi Ketua sementara DPRD Provinsi Jambi. Tak lama setelah ditetapkan, Edi langsung meninjau kondisi Karhutlah di daerahnya yang memang sudah memprihatinkan.

Dia ingin masalah karhutla cepat teratasi karena sedih melihat warganya menderita akibat kabut asap yang tidak kunjung selesai.

Edi meninjau karhutla bersama Danrem Gapu Kolonel Arh Elphis Rudi dan Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS. Setelah beberapa saat mengamati karhutla dari udara, Edi menyimpulkan bahwa penuntasan masalah tersebut perlu melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah pusat.

"Saya langsung bergerak karena ini bukan saja masalah provinsi atau kabupaten dan kota. Ini masalah nasional dan harus ada bantuan dari pemerintah pusat karena ada titik kebakaran yang tidak dapat dijangkau manusia, sulit dijangkau alat pemadam," kata Edi kepada wartawan, Selasa (10/9).

Edi menjelaskan, berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, kualitas udara di Kota Jambi masuk dalam kategori berbahaya lantaran kabut asap akibat karhutla. Saking berbahayanya kualitas udara di Jambi, pemerintah daerah terpaksa meliburkan sekolah selama beberapa hari ke depan demi mencegah para pelajar terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Sedih sekali, ini masalah serius yang harus segera ditangani dan jangan terulang lagi. Kami bekerja dan berpikir keras untuk mencari solusi dan menyelesaikannya dengan bantuan semua pihak," ujar Edi.

©2019 Merdeka.com/istimewa

Lebih jauh, Edi meminta pemerintah pusat lebih aktif membantu penyelesaian karhutla yang memicu kabut asap di Jambi. Dia meminta pemerintah pusat melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan untuk memadamkan api di lokasi karhutla di Jambi.

"Pemerintah pusat sudah waktunya turun membantu penyelesaian masalah ini. Pemerintah pusat harus tangani kabut asap di Jambi, siapkan hujan buatan untuk memadamkan api, menghilangkan kabut asap, dan mengembalikan udara bersih di Jambi," ucap mantan aktivis kemahasiswaan tersebut.

Baca juga:
Jarak Pandang di Pekanbaru cuma 1 Km Akibat Kabut Asap, Sekolah Diliburkan
2 Kota Penyangga Calon Ibu Kota Baru di Kaltim Diselimuti Kabut Asap
Samarinda Berkabut Asap, Pemkot Ternyata Tak Punya Alat Ukur Kualitas Udara
Kabut Asap Level Tak Sehat, Pemprov Riau Instruksikan Sekolah Libur
Kualitas Udara Berbahaya, Anak Sekolah Di Jambi Diliburkan
Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Pelalawan dan Inhu

(mdk/rnd)