DPRD Nilai Pemecatan 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Langgar Komitmen

DPRD Nilai Pemecatan 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Langgar Komitmen
Tenaga Medis. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
PERISTIWA | 23 Mei 2020 01:31 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Pemecatan 109 tenaga medis oleh Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ilyas Panji Alam, ditanggapi serius pihak legislatif setempat. Mereka menilai hal itu melanggar komitmen dan juga karena kesalahan dari pimpinan rumah sakit.

Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustofa mengatakan, banyak yang perlu disoroti dalam keputusan itu. Menurut dia, pemecatan melanggar kesepakatan antara manajemen RSUD dan DPRD Ogan Ilir saat ratusan tenaga medis menggelar unjuk rasa.

Dalam pertemuan antara perwakilan pengunjuk rasa dan manajemen RSUD, dikeluarkan beberapa kesimpulan yang merupakan jawaban atas tuntutan mereka. Yakni sistem pembayaran insentif, akses rumah singgah, dan tentang ketidakjelasan informasi penanganan Covid-19.

"Waktu itu kami dan manajemen RSUD sepakat tidak ada pemecatan atau merumahkan selama empat hari ke depan," ungkap Rizal, Jumat (22/5).

Kemudian, pihaknya menyampaikan aspirasi tenaga medis dalam rapat paripurna yang dihadiri Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam. Ketika itu, Ilyas menyebut seluruh permintaan para medis sudah dikabulkan.

Tak lama, dirinya kaget terbit surat keputusan pemecatan bagi 109 tenaga medis yang ditandatangani Bupati Ilyas. Padahal pemecatan itu menyalahi komitmen seperti yang disepakati beberapa hari sebelumnya.

"Jelas pemecatan ini pelanggaran komitmen dari kesepakatan. Saya nilai keadaan ini karena kurang komunikasi dari pimpinan rumah sakit kepada bawahannya, kurang sosialisasi," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Hanya saja kata dia manajemen...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami