Advertorial

Dramatis, Tim Gabungan dan DMC Berhasil Evakuasi Perempuan Hamil Korban Banjir Konawe

PERISTIWA | 14 Juni 2019 15:06 Reporter : Iwan Tantomi

Merdeka.com - Hujan dalam waktu yang lama di Indonesia bagian tengah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Samarinda. Banjir merendam ribuan rumah di kabupaten dan kota akibat Intensitas curah hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Sulawesi dan Kalimantan, yang masih merendam sejumlah wilayah di kawasan tersebut. Bencana di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Menurut drg Imam Rulyawan MARS., hingga Kamis (13/06) selain evakuasi korban hingga assement wilayah terdampak, Dompet Dhuafa melalui Tim Disaster Management Center (DMC) melakukan pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak baik di Konawe dan Samarinda. Tim DMC turut mengevakuasi ibu hamil 9 bulan di Desa Mumundowu, serta membuka layanan medis bagi para korban ditengah banjir yang belum surut, antusias para korban rela untuk menembus banjir demi mendapatkan fasilitas kesehatan, pasca bencana banjir ini beberapa pengungsi terserang penyakit.

"Dompet Dhuafa bersama tim DMC mendirikan dua pos Dompet Dhuafa berada di Talk Cafe, Jl. Malaka, Kambu, Kota Kendari dan Kelurahan Inolobu, Kecamatan Wawatobi, Kabupaten Konawe," ungkap Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi tersebut.

Sementara itu, sumber BPBD Konawe mendata sekitar 4.095 jiwa mengungsi 35 titik pengungsian 109 desa terdampak dari 17 kecamatan terdampak. Wilayah Konawe Utara terdapat 5.703 jiwa mengungsi, 202 rumah hanyut terbawa arus banjir, 1.396 rumah terendam.

Adapun fasilitas umum terdiri dari 28 sekolah terdampak, 5 masjid terdampak, 3 jembatan rusak sedangkan untuk sektor pertanian terdapat 970,3 hektare area sawah terendam, 83,5 hektare area jagung terendam, dan di sektor perikanan terdapat 432 hektare area tambak terdampak hingga 11 hektare kebun terdampak. Di wilayah Konawe Utara setidaknya terdapat 42 Desa dari 6 Kecamatan terdampak.

Sedangkan desa-desa yang berada di Kecamatan Wonggeduku dan Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe masih terendam banjir hingga hari Kamis. Sebagian penduduk sudah dievakuasi oleh tim gabungan bersama DMC Dompet Dhuafa ke titik-titik pengungsian. Korban banjir di Kecamatan Anggaberi tepatnya yang berada di Desa Wunduongohi, Andabia, Lerehoma mulai terserang penyakit, rata-rata mengalami gatal-gatal, muntah, flu hingga diare.

Di Kabupaten Konawe Utara hingga kini banjir yang menggenangi wilayah tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Andowia mulai surut. Ketinggian air saat ini tinggal 50 cm dan semeter dari mula ketinggian mencapai 3 meter. Di Kecamatan Andowia wilayah banjir berada di Desa Labangga, Karonanga, Puuwanua dan Puusuli.

Tim DMC Dompet Dhuafa, terus melakukan pendistribusian logistik di Desa Arnesiu Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe dan evakuasi terhadap dua orang bayi di Desa Mumundowu, Kecamatan Pondidaha. Kemudian, tim DMC Dompet Dhuafa juga berhasil mengevakuasi ibu hamil 9 bulan di Desa Sulemandara. Kebutuhan yang saat ini dibutuhkan para pengungsi selimut, makanan, air minum, tikar alas, perlengkapan bayi, obat-obatan, pakaian dan sumber listrik.

Sejauh ini Dompet Dhuafa mendirikan pos berada di Jalan S. Parman, Samarinda, Kalimantan Timur dan Perum Griya Mukti Sejahtera, Sempaja Selatan. Untuk Info lebih lanjut Pos Dompet Dhuafa di Samarinda: Rahmat (082353825890) dan Hikam (085787022040). Sedangkan perwakilan Dompet Dhuafa di Konawe bisa menghubungi Meizar Helmi (087808890809).

(mdk/tmi)

TOPIK TERKAIT