Dua Ahli Anggap Kasus Vanessa Angel Masuk Ranah Pribadi Tak Penuhi Unsur Pidana

PERISTIWA | 10 Juni 2019 22:31 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Dua ahli yang didatangkan Vanessa Angel menyebut jika kasus yang ditimpakan pada artis sinetron tersebut tidak tepat. Sebab, apa yang dilakukan Vanessa dianggap masih masuk dalam ranah privasi atau pribadi.

Pendapat ini diutarakan oleh ahli pidana dr Ahmad Yulianto dan ahli ITE Rahmat Dwi Putranto Institut Bisnis Law & Managament (IBLAM) Jakarta, usai persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Menurut Rahmat Dwi Putranto, Ahli ITE, bukti percakapan dari Vanessa dengan muncikarinya adalah bersifat privasi. Sehingga, penerapan ITE dalam kasus ini dinilainya tidak tepat. "Chatnya antar dua orang masuknya privasi jadi tidak bisa dijadikan barang bukti," ujarnya, Senin (10/6).

Hal senada disampaikan ahli hukum pidana Ahmad Yulianto. Dia menyatakan bahwa pasal tentang prostitusi itu tidak diatur dalam undang-undang.

"Di negara kita ini yang namanya delik prostitusi itu tidak diatur. Jadi pasal pidana tentang pelacuran itu belum ada. Di Indonesia itu masih menganut asas legalitas, bahwa tidak boleh orang dihukum tanpa berdasarkan undang-undang," ujarnya.

Ia menambahkan, bukan berarti hal itu membenarkan perbuatan asusila. Akan tetapi negara haruslah membuat delik tentang pelacuran.

"Delik-delik pidana kita itu belum bisa menghukum pelacur itu intinya," tandasnya.

Terpisah, kuasa hukum Vanessa, Milano Lubis menegaskan berdasarkan keterangan ahli, seharusnya unsur pidana yang ditujukan ke Vanessa tidak memenuhi unsur pidana.

"Kalau menurut saksi ahli kita, tidak terpenuhi, karena harus yang utama dulu, baru ke ITE itu bisa diterapkan, harusnya bebas," tegasnya.

Penampilan Vanessa Angel saat Sidang Lanjutan Penyebaran Konten Asusila

Artis Vanessa Angel kembali menjalani sidang lanjutan kasus penyebaran konten asusila terkait dugaan prostitusi artis. Uniknya, pada persidangan kali ini, Vanessa tampak tak lagi mengenakan jilbab seperti sidang sebelumnya.

Tanpa sepatah kata pun, Vanessa tampak memasuki ruang persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan tangan terborgol. Ia enggan berkomentar, saat sejumlah wartawan berupaya mengkonfirmasi penampilannya yang melepas hijab.

Kali ini, ia memasuki ruang sidang tidak ditemani oleh ketiga muncikarinya. Sebab, mereka telah menjalani masa tahanan setelah menyatakan menerima vonis hakim. Ketiga muncikari itu pun kini sudah bebas, tepat di hari raya Idul Fitri lalu, lantaran masa penahanan mereka telah habis.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Richard Marpaung mengatakan, hari ini Vanessa menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan dua Ahli. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan Vanessa.

"Agendanya mendengarkan Ahli yang diajukan oleh terdakwa, kemudian dilanjut dengan mendengarkan keterangan terdakwa," ungkapnya, Senin (10/6).

Sementara itu, kuasa hukum Vanessa Angel, Abdul Malik juga membenarkan terkait dengan agenda sidang kliennya itu. Ia menyatakan, pihaknya mengajukan dua Ahli untuk didengarkan keterangannya. "Kita ajukan Ahli pidana dan Ahli IT," ungkapnya.

Sebelumnya, Vanessa Angel bersama dengan 3 orang muncikari harus duduk di kursi pengadilan karena kasus prostitusi online. Vanessa Angel sendiri tidak dijerat karena kasus prostitusi, melainkan akibat dugaan penyebaran konten asusila.

Dalam perkara ini Vanessa didakwa menggunakan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga:
Tiga Artis Indonesia ini Rayakan Lebaran di Dalam Penjara
3 Artis Indonesia ini Rayakan Lebaran di Dalam Penjara
Sidang Lanjutan, Tiga Muncikari Vanessa Angel Hadapi Tuntutan Jaksa
Dua Muncikari Vanessa Angel Dituntut Tujuh Bulan Penjara
Nasib Tiga Muncikari Vanessa Angel Diputuskan Hari Ini
Menyusul Dua Rekannya, Satu Muncikari Vanessa Angel Juga Dituntut 7 Bulan Penjara
Tiga Muncikari Vanessa Angel Divonis 5 Bulan Penjara

(mdk/gil)