Dua alat berat dikerahkan evakuasi jemaah masjid korban gempa di NTB

PERISTIWA | 7 Agustus 2018 08:47 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Dua alat berat dikerahkan mengevakuasi jemaah terjebak reruntuhan masjid saat terjadi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi masjid berada di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

"Informasi terakhir dari tim di lapangan masih dua alat berat," kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (7/8).

Proses evakuasi menggunakan alat berat baru dilakukan lantaran akses menuju lokasi sulit dijangkau tim SAR. Hingga kini proses pengangkatan puing bangunan masjid masih dilakukan guna mengetahui korban.

"Belum bisa dipastikan karena masih tahap evakuasi," kata Komang.

Komang belum bisa memastikan jumlah korban tertimpa reruntuhan bangunan masjid tersebut. Namun dari keterangan di lokasi jemaah berada di masjid saat gempa terjadi mencapai sekitar 40 orang.

"Infonya kan kemarin simpang siur. Yang dari masjid saja infonya sekitar 40 orang makanya kita akan melakukan pengecekan langsung. Jadi kita pastikan anggota masih di sana evakuasi. Kita membutuhkan waktu evakuasi," kata dia.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada Minggu (5/8) malam kemarin. Kuatnya getaran terasa sampai ke sejumlah kawasan di Bali.

Saat peristiwa itu terjadi, sebagian besar masyarakat Lombok sedang menjalankan ibadah salah berjemaah. Informasi didapat, saat peristiwa terjadi, di salah satu masjid ada rangkaian saf jemaah salat masih dalam reruntuhan masjid.

"Informasi didapat, estimasi sampai tiga saf (baris), jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat. Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa, dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Letak masjid ada di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Menurut informasi, atap bangunan masjid roboh akibat guncangan gempa 7 SR pukul 18.45 Wita

"Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat," jelas Sutopo.

Saat ini, evakuasi dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih dalam tingkat manual. Alat berat masih berusaha didatangkan ke lokasi, mengingat sulitnya akses yang masih menjadi kendala.

"Jadi tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton," jelas Sutopo.

Baca juga:
230 Gempa susulan terjadi usai 7 Skala Richter mengguncang NTB
60 Mahasiswa UNS sedang KKN di Lombok selamat dari gempa
Update terbaru: 2.700 Orang dievakuasi dari tiga Gili
Gempa bumi 5,6 SR guncang Sumba Barat Daya, tidak berpotensi tsunami
Gelombang turis asing saat tinggalkan Lombok
Sekolah di Bali rusak akibat gempa, anggota DPR ini minta bantuan fokus ke pendidikan
Diangkut dua kapal, 730 wisatawan dievakuasi dari Gili Trawangan tiba di Bali

(mdk/gil)