Dua Eksekutor Pembunuh Pupung dan Dana Bantah Injak Leher

Dua Eksekutor Pembunuh Pupung dan Dana Bantah Injak Leher
Rekonstruksi Aulia Kusuma bunuh suami dan anak tiri. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki
PERISTIWA | 20 Februari 2020 20:01 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang pembunuhan berencana terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23). Agenda sidang ini menghadirkan dua orang eksekutor yakni Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng.

Dalam sidang tersebut menghadirkan dua orang saksi. Salah seorang saksi yang juga penyidik polisi menyebut, jika keduanya mau melakukan pembunuhan setelah dijanjikan sejumlah uang oleh istri korban yakni Aulia Kesuma.

Saksi atas nama Sigit ini menceritakan awal mula menangkap kedua terdakwa dan pengakuan Aulia saat proses pemeriksaan. Dia juga membeberkan peran kedua terdakwa yakni, Agus dan Sugeng. Keduanya disebut tak ingin melakukan pembunuhan. Namun, akhirnya mereka mau melakukan perbuatan itu setelah Aulia menjanjikan sejumlah uang.

"Dijanjikan Rp500 juta itu, makanya dia mau. Dia (terdakwa) membenarkan," kata Sigit dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/2).

Keduanya juga ikut memukul serta menginjak korban Pupung. Keduanya juga diminta membakar korban. Namun batal dilakukan karena merasa kasihan.

"Ada yang memukul, menginjak leher," ujarnya.

Kesaksian Sigit dibantah kedua terdakwa yakni Sugeng dan Agus. Keduanya mengaku tak memukul dan menginjak korban.

"Ada yang tidak sesuai. Saya tidak menginjak-injak. Saya diajak masuk, cek orangnya itu," kata Agus.

"Yang sebetulnya yang dipukul saya mengembalikan, menggotong mayat ke garasi saat sudah meninggal, itu saya suruh bantu memegang tangannya, itu sebenarnya," ucap Sugeng.

Tak hanya itu, Agus juga membantah jika dirinya dijanjikan uang secara langsung oleh Aulia. Menurutnya, uang itu justru dijanjikan oleh Aki yang sampai kini masih buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Uang itu saya tidak meminta, saya tidak mengiyakan. Aulia itu yang bilang sendiri. Itu bilang sama Aki. Itu (dijanjikan) dari Aki," ucapnya.

Sementara itu, Kuasa hukum terdakwa Balkis Nasution menjelaskan, kliennya sesungguhnya tidak ingin terlibat dalam pembunuhan. Mereka ingin pergi setelah diajak bicara mengenai rencana pembunuhan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Namun, kliennya ketika itu merasa terpengaruh oleh Aki.

"Waktu di seputaran parkiran Kalibata City, mereka sebenarnya sudah mau pergi, mereka tidak mau. Tapi, karena mungkin Aki ini orang pintar, mereka mengaku pada kita semacam dihipnotis gitu," jelas Balkis.

Selain itu, kedua terdakwa juga dijanjikan uang dari Aulia sebesar Rp10 juta. Uang itu untuk ongkos pulang ke Lampung setelah melakukan pembunuhan. Namun, uang itu dikantongi Aki. Sugeng dan Agus hanya mendapatkan Rp2 juta.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Hendradi menunjukkan sejumlah barang bukti di hadapan hakim, saksi, terdakwa serta kuasa hukum terdakwa.

Aulia Kesuma merupakan otak pembunuhan sekaligus pelaku pembakaran mayat seorang suami, Edi Candra alias Pupung Sadeli dan anak tirinya M Adi Pradana (23).

Dalam perkara 340 KUHP jo, Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tersebut terdapat tujuh orang tersangka yang dibagi dalam tiga perkara. Perkara pertama dengan terdakwa Kusmawanto selaku eksekutor. Selanjutnya perkara dengan terdakwa Aulia Kusuma. Berikutnya terdakwa Karsini yang merupakan asisten rumah tangga pelaku.

Kusmawanto dan Aulia didakwa dengan dakwaan yang sama, kecuali Karsini dan kawan-kawan dikategorikan sebagai yang membantu melakukan kejahatan.

Kasus pembunuhan berencana tersebut terjadi akhir Agustus 2019, saat tersangka Aulia terdesak hutang oleh pihak bank yang pada akhirnya Aulia memiliki niat untuk menghabisi atau membunuh Pupung dan anak tirinya.

Baca Selanjutnya: Motif Ekonomi...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami