Dua Kali Mangkir, Ahmad Fanani Akan Kembali Dipanggil Setelah 17 Agustus

PERISTIWA | 14 Agustus 2019 17:08 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Polisi telah menetapkan Ahmad Fanani sebagai tersangka atas kasus dugaan penyelewengan dana acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia (PII). Dalam kasus tersebut, Fanani dipercayai sebagai Ketua panitia.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, polisi telah melakukan penjadwalan pemanggilan sebagai tersangka terhadap Fanani, mulai pada Senin (22/7) dan Senin (29/7) lalu. Namun, hingga kini Fanani belum dapat memenuhi panggilan tersebut.

Dua kali mangkir dalam panggilan polisi, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengaku, akan mengagendakan pemanggilan ulang terhadap Fanani.

"Iya saya nanti mungkin akan jadwalkan lagi, mungkin setelah 17 Agustus nanti," kata Iwan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Ia menjelaskan, dalam panggilan terhadap Fanani nanti tak bisa dikategorikan sebagai panggilan paksa. Meski sebelumnya Fanani tak penuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya selama dua kali.

"Yang bersangkutan sbnrnya memberitahu tidak bisa hadir, jadi arti kata masih kita kategorikan sebagai orang yang kooperatif. Dipanggil oleh penyidik tidak bisa hadir dan dia bisa memberikan alasannya. Nanti kita akan koordinasikan lagi kapan dia bisa hadir," jelasnya.

Iwan mengungkapkan, alasan tak hadirnya Fanani pada panggilan pertama dan kedua. Karena yang bersangkutan sedang menghadiri acara yang tak bisa untuk ditinggalkan atau ditunda.

"Kemaren ada kegiatan yang tidak bisa reschedule oleh yang bersangkutan dan katanya cukup besar dan penting, makanya tidak bisa hadir pemeriksaan," ungkapnya.

Seperti diketahui, kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 dan 17 Desember 2017 lalu. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor.

Polisi mencium ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah. Hingga akhirnya polisi memeriksa belasan saksi di Yogyakarta dan dua orang dari pihak Pemuda Muhammadiyah yakni, Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.

Dalam kasus ini, Fanani disangkakan atas Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Uu No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca juga:
Polisi Buka Opsi Panggil Paksa Tersangka Dana Kemah karena 2 Kali Mangkir
Tersangka Korupsi Dana Kemah Ahmad Fanani Kembali Mangkir Panggilan Polisi
Kasus Dana Kemah, Polisi Belum Bisa Tahan Ahmad Fanani
Kasus Dana Kemah, Polisi Minta Ahmad Fanani Koperatif
Polisi akan Panggil Ahmad Fanani Terkait Kasus Dana Kemah Pekan Depan
Polisi Periksa Tersangka Ahmad Fanani Terkait Kasus Korupsi Dana Kemah
Pekan Depan, Polisi Periksa Tersangka Fanani Atas Kasus Dana Kemah

(mdk/fik)