Dua Kelompok Geng Motor di Palembang Tawuran, Seorang ABG Kena Luka Bacok

Dua Kelompok Geng Motor di Palembang Tawuran, Seorang ABG Kena Luka Bacok
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 19 Januari 2022 14:36 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Dua kelompok geng motor di Palembang tawuran. Kejadian ini menyebabkan seorang kritis akibat terkena bacokan. Seorang pelaku kini diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Korban luka adalah EF (17) yang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku yang ditangkap inisial NK (18).

Peristiwa itu terjadi saat kedua kelompok geng motor itu nongkrong di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Pahlawan, Kemuning, Palembang, Jumat (14/1) dini hari. Tanpa diketahui penyebabnya, kedua kelompok geng motor Nmax Gajah dan Nmax Pingky Boy ribut dan berakhir tawuran.

Masing-masing mengeluarkan senjata tajam, mulai dari pisau, pedang, parang, dan ada juga menggunakan kayu. Perkelahian pun tak terhindarkan.

Korban EF mengalami luka bacok di bagian punggung. Kelompok lawan berjumlah lima orang langsung melarikan diri begitu korban terkapar.

Tersangka NK berdalih hanya memukul punggung korban dengan tangan kosong. Dirinya mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pembacokan.

"Saya cuma ikut-ikutan saja, cuma pukul punggungnya saja, tidak membacok. Masalah ribut itu saya tidak tahu, cekcok begitu saja dan langsung saling serang," ungkap tersangka NK di Mapolrestabes Palembang, Rabu (19/1).

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi menjelaskan, petugas masih memburu empat anggota geng motor Nmax Pingky Boy yang membuat korban terluka. Diduga tawuran dipicu selisih paham antar kedua geng motor.

"Mereka tadinya nongkrong dan kemungkinan ada selisih paham lalu saling serang. Kami masih kejar empat pelaku lagi," ujarnya.

Agar kejadian tersebut tak lagi terulang, patroli semakin digencarkan di setiap sudut kota. Sementara tersangka NK dikenakan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman lima tahun penjara. (mdk/ray)

Baca juga:
Viral Tawuran di Pondok Labu, Tiga Pelajar Diamankan Polisi
KPAI Sesalkan PTM Digunakan Pelajar untuk Tawuran
VIDEO: Ucapan Terakhir Pelajar Korban Tawuran Barbar di Cengkareng Sebelum Meninggal
Soal Usulan Arena Tinju, Polda Metro Jaya Masih Pertimbangan Berbagai Aspek
Siswa SMP Tewas Disabet Celurit di Taman Palem Cengkareng Jakbar

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami