Dua Ormas di Bandung Bentrok Dipicu Salah Paham Soal Leasing Kendaraan

Dua Ormas di Bandung Bentrok Dipicu Salah Paham Soal Leasing Kendaraan
PERISTIWA | 25 April 2019 17:40 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Sejumlah oknum anggota dari dua organisasi masyarakat (ormas) di Kota Bandung dikabarkan berselisih. Meski sempat memanas, pihak kepolisian sudah menengahi masalah dan memastikan kondusifitas keamanan terjaga.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, keributan itu terjadi antara sejumlah anggota ormas berawal dari kesalahpahaman terkait bisnis debt collector (penarikan kendaraan bermotor).

Terjadi semacam adu mulut sampai pemukulan saat proses penarikan kendaraan. Ternyata, yang dipukul ini terafiliasi dengan ormas juga. Akhirnya, ada perusakan Sekretariat salah satu ormas di Jalan Lembong No. 01. Puncaknya, terjadi bentrokan pada Rabu (24/4) di wilayah Braga, berlanjut ke wilayah Regol dan berbuntut ke wilayah Astana Anyar.

Tiga orang dikabarkan terluka. Setelahnya, beredar video di media sosial dengan menggiring opini kota Bandung tidak aman karena bakal ada bentrokan susulan.

Namun, hal itu ditepis oleh Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema. Meski membenarkan sempat ada bentrok, dia memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

Dia memastikan kawasan yang berada dalam wilayah hukumnya aman dan kondusif. Untuk itu, masyarakat diminta tak resah dengan opini yang ada, apalagi kedua ormas yang bertikai telah berdamai.

"Kami temui kedua belah pihak. Duduk permasalahannya semakin jelas, maka langkah awal adalah mengambil kesepakatan antar pimpinan ormas untuk berdamai tanpa ada tekanan dari siapa pun," katanya di Bandung, Kamis (25/4).

Irman pun meminta ketua dari kedua ormas menjelaskan kepada anggotanya bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional oleh kepolisan. Pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab utama bentrokan tersebut.

Sejumlah keterangan dari beberapa saksi sedang dalam proses. Keterangan itu didapatkan seorang karyawan swasta, Wawan Wirawan (39 tahun) dan seorang juru parkir, Abidin (69).

Dia menegaskan, bentrokan ini murni ada kesalahpahaman. Dengan demikian, tidak ada kaitannya dengan pemilu 2019. "Penyebab ada miskomunikasi terkait masalah leasing kendaraan bermotor," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, kedua ormas yang terlibat dalam bentrokan diduga Pemuda Pancasila (PP) dan Manggala Garuda Putih.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Bandung, Yayan Suherlan, memastikan pihaknya tidak memiliki permasalahan dengan ormas lain, termasuk Manggala Garuda Putih. Pasalnya, kedua ormas sering terlibat dalam kerjasama dalam sebuah kegiatan.

Meski begitu, dia membenarkan jika pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi antara dirinya dan pihak Manggala Garuda Putih.

"Saya pastikan tidak ada terjadi (pertikaian), karena kemarin (antara kedua ormas) masih membahas program dan berbagai hal yang bisa menunjang perkotaan," ujar Yayan.

Untuk masalah oknum ormas yang membuat pertikaian, dia menyerahkan semuanya kepada polisi untuk melakukan penyelidikan. (mdk/ray)

Baca juga:
Dua kelompok bentrok di Deli Serdang, empat rumah dirusak
Polisi kantongi nama pelaku bentrokan antara FBR & PP
FBR dan PP bentrok karena termakan hoaks di medsos
Polisi buru 4 penganiaya warga Cipulir saat bentrok FBR vs PP pecah
Bentrok FBR versus PP diduga dipicu rebutan lahan parkir

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami