Dua Pekan Luhut Tangani Covid-19, Satgas Klaim Kasus Aktif dan Kematian Menurun

Dua Pekan Luhut Tangani Covid-19, Satgas Klaim Kasus Aktif dan Kematian Menurun
PERISTIWA | 28 September 2020 17:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut jumlah kasus aktif virus corona di Indonesia mulai mengalami penurunan. Tren penurunan ini terjadi usai Presiden Joko Widodo memerintahkan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan menekan kasus corona di sembilan provinsi prioritas.

"Perintah Bapak Presiden, 13 September lalu, Wakil Ketua Komite bapak Luhut Binsar Panjaitan kita lihat data terjadi penurunan. Kita berada di bawah angka global untuk kasus aktif," ujar Doni dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi, Senin (28/9).

Berdasarkan data yang dipaparkan Doni, angka kasus aktif di Indonesia turun menjadi 22,5 persen dalam seminggu terakhir. Hal ini dikarenakan penurunan kasus aktif di Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Selain itu, Doni menyebut jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga mengalami peningkatan hingga di angka 73,8 persen. Sementara, kasus kematian diklaim menunjukkan tren penurunan 3,8 persen meski tetap berada di atas rata-rata dunia.

"Tetapi kita harapkan angka kesembuhan di waktu-waktu ke depan akan semakin membaik," ucap Doni.

Berikut data tren penurunan kasus yang dipaparkan Doni:

1. Persentase kasus aktif 4 minggu terakhir:
-6 September: 24,5 persen (dunia 25,74 persen)
-13 September: 25,0 persen (dunia 24,85 persen)
-20 September: 23,6 persen (dunia 23,9 persen)
-27 September: 22,5 persen (dunia 23,13 persen)

2. Persentase kematian 4 minggu terakhir:
-6 September: 4,1 persen (dunia 3,24 persen)
-13 September: 4,0 persen (dunia 3,18 persen)
-20 September: 3,9 persen (dunia 3,1 persen)
-27 September: 3,8 persen (dunia 3,02 persen)

3. Persentase kesembuhan 4 minggu terakhir:
-6 September: 71,4 persen (dunia 69,92 persen)
-13 September: 71,0 persen (dunia 71,96 persen)
-20 September: 72,5 persen (dunia 73 persen)
-27 September: 73,8 persen (dunia 73,85 persen)

Doni menjelaskan bahwa setiap hari Luhut selalu memimpin rapat koordinasi untuk mensinergikan seluruh kementerian/lembaga untuk menekan kasus corona di 9 provinsi prioritas. Dalam rapat itu, Luhut melibatkan pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, hingga ahli di bidang obat.

"Sudah dibuatkan sebuah SOP yang nantinya akan menjadi rujukan kepada seluruh pimpinan Rumah Sakit agar bisa mengikuti SOP yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan," tutur Doni.

Dia menyampaikan bahwa dalam memimpin penanganan Covid-19 di 9 provinsi prioritas, Luhut juga selalu menekankan pentingnya upaya penanganan awal sejak pasien belum mengalami gejala berat. Sehingga, pasien dapat tertangani dengan cepat dan mengurangi risiko kematian.

"Langkah pemerintah sekarang ini untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang kediamannya tidak memungkinkan untuk melakukan protokol kesehatan isolasi mandiri. Ini semuanya berdasarkan rujukan dari Puskesmas," jelas Doni.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami