Dua Pelaku Pembacokan di Sleman Ditembak Kakinya Karena Melawan Polisi

Dua Pelaku Pembacokan di Sleman Ditembak Kakinya Karena Melawan Polisi
PERISTIWA | 18 Februari 2020 23:36 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Polisi membekuk dua pelaku penganiayaan di daerah Condong Catur, Depok, Kabupaten Sleman. Dua pelaku penganiayaan ini adalah Yenri Jefri Ribowo (26) alias Manong dan Putra Supriyadi (24) alias Thole.

Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur, Iptu Fendi Timur mengatakan dua pelaku menganiaya seorang warga bernama Buyung Maulana dengan pedang. Akibatnya korban mengalami luka bacok di bagian lengannya.

Penganiayaan bermula saat Manong dan Thole sedang nongkrong sembari minum minuman keras (miras) di daerah Seturan, Depok, Sleman tanggal 16 Februari 2020.

Manong saat itu menelpon korbannya. Namun karena suara korban tidak jelas, kedua pelaku pun emosi. Keduanya pun mencari keberadaan korban.

"Waktu di telepon itu, suaranya korban nggak jelas. Si Manong ini tersinggung, emosi, lepas kontrol dan berniat mendatangi si korban. Mungkin karena efek mirasnya," ujar Fendi di Mapolsek Bulaksumur, Selasa (18/2).

Fendi memaparkan kedua pelaku pun mencari korban di warung soto di daerah Condongcatur. Saat itu korban sedang melayani pembeli yang ramai datang ke warung.

1 dari 1 halaman

Melihat kondisi ramai, lanjut Fendi, dua tersangka pun pulang ke rumah. Saat itu Thole mengambil pedang. Usai mengambil pedang keduanya pun mendatangi korban.

Korban lantas dikeroyok oleh kedua pelaku. Korban pun dibacok dengan pedang oleh pelaku Manong. Usai membacok korban, dua pelaku pun melarikan diri.

"Keluarga korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Bulaksumur. Kami pun melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang bersembunyi di daerah Minomartani," papar Fendi.

Fendi menuturkan saat dilakukan penangkapan, pelaku Manong sempat melakukan perlawanan. Pelaku berusaha merebut senjata milik petugas. Akhirnya Manong dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki.

"Dua pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama," tegas Fendi. (mdk/ray)

Baca juga:
Dibawa Kabur Janji Dinikahi di Samarinda, Fatimah Malah Dipukuli Pacarnya
Masih di Bawah Umur, 3 Tersangka yang Bully Siswi di SMP Purworejo Tak Ditahan
Jadi Tersangka Penganiayaan, Anak Bupati Rokan Hilir Ditahan Polisi
Pesanan Antar Anak Ditolak, Warga Kupang Bacok Pengemudi Ojek
Bullying Makin Marak, Ini 4 Kasus yang Bikin Miris

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami