Dua Penambang di Lereng Merapi Tewas Tertimbun Longsor

Dua Penambang di Lereng Merapi Tewas Tertimbun Longsor
PERISTIWA | 23 Februari 2020 03:04 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Dua penambang galian golongan C di lereng Gunung Merapi di eks-Dusun Ngori, Desa Kemiren, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tewas tertimpa longsor.

Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, penambang manual tersebut tewas tertimpa material longsoran tebing setinggi 10 meter. Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

"Dua penambang tersebut, yakni Sehono (40) warga Duluduwur dan Mahmudin (25) warga Sabrang Kodil, Desa Ngropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo," katanya di Magelang, Sabtu (22/2).

Saat kejadian, dia menambahkan, di lokasi ada sekitar empat hingga lima orang. Kemudian, yang lainnya bisa melarikan diri, sedangkan kedua korban tersebut tertimbun longsor.

"Korban mengalami luka di kepala belakang dan tertimbun. Kemudian secepatnya korban dievakuasi teman-temannya terus dibawa ke rumah sakit, tetapi di TKP (tempat kejadian perkara) sudah meninggal dunia dengan luka-luka di kepala bagian belakang," ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (21/2), pihaknya telah menyampaikan sosialisasi dan memasang spanduk perihal larangan melakukan penambangan karena lokasinya berbahaya.

"Imbauan kami melalui spanduk-spanduk tersebut tidak dihiraukan oleh mereka dan kemungkinan mereka juga mencari sesuap nasi sehingga kami sangat menyayangkan hal ini terjadi," tutup Santoso. (mdk/fik)

Baca juga:
Tebing di Limbangan Garut Longsor Akibat Gempa Bermagnitudo 4,9
Mensos Akui Penyaluran Bantuan Korban Bencana di Bogor Terkendala Aturan
73 Warga Garut Mengungsi Akibat Rumah Terdampak Longsor
Longsor di Bogor, Satu Keluarga Tewas Tertimpa Rumah Ambruk
Seorang Warga Garut Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami