Dua Pria di Bali Curi Ratusan Obat di Apotek Kimia Farma untuk Dijual ke Warung

Dua Pria di Bali Curi Ratusan Obat di Apotek Kimia Farma untuk Dijual ke Warung
Barang Bukti Pelaku Pencurian Obat-Obatan di Apotik Kimia Farma. ©2021 Merdeka.com/Moh Kadafi
PERISTIWA | 10 Mei 2021 23:03 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Polresta Denpasar, Bali, menangkap dua pelaku pencurian obat-obatan di Apotek Kimia Farma untuk dijual ke warung-warung. Pelaku, diketahui bernama Isak dan Hendra dan berhasil ditangkap pada Sabtu (1/5) lalu, sekitar pukul 00:30 Wita di Denpasar, Bali.

"Iya para pelaku ini mencuri obat di Apotek Kimia Farma yang sudah tutup. Dia pecahkan kaca kemudian (masuk) dan diambil obat-obatan," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, di Mapolresta Denpasar, Bali, Senin (10/5).

Peristiwa itu, terjadi di Apotek Kimia Farma di Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Bali, pada Jumat (30/4) lalu sekitar pukul 03:00 Wita.

Saat itu, karyawan bernama Habibati Qurrota mengetahui bahwa barang berupa obat-obatan berbagai jenis hilang dicuri. Obat-obatan itu, seperti merlopam 2 mg atau larozepam sebanyak 500 tablet, meriopam 0,5 mg sebanyak 290 tablet, analgesik sebanyak 120 tablet, prohiper sebanyak 60 tablet, valisanbe sebanyak 640 tablet, clofiritis sebanyak 142 tablet, fhenobarbital sebanyak 10 tablet.

Selain itu, pelaku juga melakukan pencurian handphone merek Samsung A02 warna grey dan uang tunai sebesar Rp 1.100.000 milk Apotek Kimia Farma. Sementara, di TKP ditemukan kaca dinding pecah dan juga ada pipa besi dengan panjang 50 cm dan tempat obat-obatan acak-acakan.

"Setelah dicek di CCTV memang benar ada seorang yang tidak dikenal masuk ke dalam apotek dan langsung diadukan ke Polsek Denpasar Barat," imbuhnya.

Kemudian, pihak kepolisian melakukan olah TKP dan mengambil keterangan para saksi dan kemudian berhasil menangkap kedua pelaku di kawasan Denpasar, Bali. Saat ditangkap ditemukan barang bukti berupa handphone dan di jok sepeda motornya ditemukan obat-obatan yang dicuri kedua pelaku.

Para pelaku melakukan pencurian obat-obatan untuk dijual kembali ke warung-warung. Namun, saat akan menjualnya para pelaku berhasil ditangkap. Selain itu, dari pengakuan pelaku tak mengerti akan obat-obatan saat melakukan pencurian mereka hanya mengambil apa obat yang mereka lihat.

"Dia mau jual lagi di warung-warung. Pokoknya yang dia lihat dia ambil. Belum ada yang dijual. Ini obat penenang semua," ujar Kombes Jansen. (mdk/bal)

Baca juga:
Petugas Pengisi Uang Curi Ratusan Juta Rupiah dari ATM di Bandara Ngurah Rai
Curi Batangan Besi Baja Senilai Rp30 Juta, Pemborong Proyek di Bali Ditangkap Polisi
Pembobolan Minimarket di Pancoran Terungkap, Orang Dalam Terlibat
Karyawan Minimarket Ajak 3 Teman Bobol Tempat Kerja di Pancoran
Warga di Tangerang Resah, Marak Maling Incar Rumah Jelang Lebaran
Curi 18 Komputer, Guru di SMAN 1 Mesuji Diamankan Polisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami