Dubes RI untuk Swiss Akui Tak Mudah Terapkan New Normal

Dubes RI untuk Swiss Akui Tak Mudah Terapkan New Normal
PERISTIWA | 30 Mei 2020 19:16 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, menilai sejumlah negara Eropa terkesan memaksakan pemberlakuan new normal. Padahal, menurut dia, hanya beberapa negara di Eropa yang siap melakukan pelonggaran kebijakan terkait Covid-19. Sebab kurva penyebaran Covid-19 yang mulai melandai.

"Beberapa negara Eropa terkesan memaksakan diri untuk melakukan pelonggaran walaupun memang beberapa negara sudah melandai Spanyol, Italia, termasuk juga di Swiss juga sudah melandai," kata dia, dalam diskusi daring, Sabtu (30/5).

Di negara tempat dia bertugas juga sudah mulai dilakukan pelonggaran. Sejumlah fasilitas umum seperti toko dan sekolah sudah mulai dibuka. Namun, tetap dengan penerapan protokol Covid-19.

"Hari ini di Swiss sendiri toko-toko sudah mulai dibuka, sekolah mulai dibuka namun penerbangan masih belum mulai," ujar dia.

Belajar dari kebijakan yang dilakukan pemerintah Swiss, lanjut dia, penerapan new normal bukanlah perkara mudah. Sebab membutuhkan peran dan keterlibatan besar dari pemerintah untuk membangun literasi terkait bahaya Covid-19.

"Ini melibatkan usaha yang tidak kecil. Pemerintah setempat (Swiss) melakukan edukasi yang luar biasa kepada masyarakat agar bisa memahami protokol yang diminta untuk menghadapi situasi baru sebelum vaksin dan obat ditemukan," ujar dia.

Sama seperti negara-negara pada umumnya, upaya untuk menemukan vaksin Covid-19 juga dilakukan di Swiss. Upaya itu dijalankan baik oleh perusahan farmasi maupun di kampus-kampus. Hanya saja, belum bisa dipastikan kapan tepatnya vaksin bisa ditemukan lalu dapat digunakan secara luas.

"Belum banyak spekulasi (kapan vaksin ditemukan), di Swiss bilang akhir tahun ini vaksin sudah bisa mulai ditemukan, sudah bisa mulai dimanfaatkan oleh masyarakat tapi banyak sekali inisiatif terutama oleh perusahaan farmasi besar yang seperti berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin ini. Ada lebih dari 100 upaya dalam penemuan vaksin walaupun beberapa ahli mengatakan mungkin hanya beberapa yang betul-betul bisa jadi," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Syarat Menerapkan New Normal...

Halaman

(mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami