Hot Issue

Duduk Perkara Unboxing Motor Ducati di Sirkuit Mandalika

Duduk Perkara Unboxing Motor Ducati di Sirkuit Mandalika
Motor Ducati di Sirkuit Mandalika. ©Instagram
NEWS | 12 November 2021 11:07 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Sebuah video berdurasi 26 detik memperlihatkan aksi seorang membuka penutup atau peti kargo motor Ducati Panigale V4R tunggangan pembalap Michael Ruben Rinaldi, viral di media sosial. Aksi sang pria berkemeja putih tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk media asing.

Bahkan kabar itu sampai ke telinga direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti, seperti dikutip Speedweek dan dikutip sejumlah media nasional, yang kebingungan dengan duduk perkara aksi unboxing tersebut.

Rinaldi merupakan pembalap yang pernah mendapat gelar juara European Superstock 1000 Championship 2017. Nantinya kendaraan balap godokan tim Aruba.it itu akan tampil bersama Rinaldi dalam ajang World Superbike (WSBK) 2021 seri terakhir di Mandalika International Street Circuit, pada 19-21 November mendatang.

Terkait potongan video yang ciral tersebut, Direktur Strategis dan Komunikasi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Happy Harinto menjelaskan bahwa pembukaan peti boks motor peserta Asia Talent Cup dan World Superbike 2021 di Sirkuit Pertamina Mandalika, merupakan bagian dari prosedur customs clearance atau impor barang yang harus dilakukan.

Happy mengungkapkan, sesuai prosedur, barang harus diperiksa dan dibuka oleh pemilik barang dan atau dibuka oleh pihak forwarder yang mengurus impor dan ekspor barang tersebut dengan izin dari pemilik yaitu Dorna Sport. Dalam pemeriksaan yang berlangsung, juga disaksikan oleh banyak pihak.

"Saat pemeriksaan dilakukan, peti boks motor dibuka oleh forwarder disaksikan oleh pihak Dorna dan custom clearance," kata Happy, Kamis (12/11). Dikutip dari Antara.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang dibawa masuk ke Indonesia sesuai master list. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar pemeriksaan atas barang-barang yang akan dibawa keluar dari Indonesia setelah ajang balapan selesai, apakah sesuai dengan jumlah dan jenis barang yang dibawa masuk.

Happy menegaskan bahwa perekam video bukan karyawan MGPA. Selain itu menurutnya, perekam hanyak mengambil gambar tanpa mengerti proses yang sedang berlangsung tersebut sehingga menimbulkan kesalahpahaman banyak pihak.

"Sangat disayangkan di saat pemeriksaan dilakukan, ada pihak yang tidak berkepentingan dan tidak mengerti proses yang berlangsung, mengambil gambar dan mem-viralkan dengan isi berita yang tidak sesuai. Saya pastikan proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur," kata dia.

"Ini event yang sangat penting, yang membawa nama negara ke dunia, karenanya kami berusaha tertib dalam melaksanakannya," kata Happy.

Terpisah, Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah juga telah mendiskusikan hal ini dengan Dorna Sport dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti. Selain itu, pihaknya menawarkan untuk berbicara dengan Ducati untuk menjelaskan apa yang terjadi.

"Sebagai tindak lanjut, kami memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar 'pit lane' selama proses pemeriksaan," katanya.

Ricky menjabarkan, kargo logistik tim WSBK sudah mulai datang ke Mandalika melalui Bandara Internasional Lombok sejak Senin (8/11). selanjutnya dibawa ke paddock Pertamina Mandalika International Street Circuit.

"Kedatangan kargo tersebut ditangani oleh pihak terkait dalam hal ini Bea Cukai, Freight Forwarder dengan didampingi pihak Dorna Sport dan MGPA," katanya.

Pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai aturan, telah mendapat izin dan didampingi pihak Dorna Sport selama proses berlangsung. Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti dan memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis.

"Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo," katanya.

Pernyataan Ricky ini juga selaras dengan Bea Cukai Mataram, bahwa memeriksa isi kargo dari para pembalap sesuai dengan prosedur kepabeanan.

"Terkait pemeriksaan fisik (kargo) sudah sesuai ketentuan. Karena membuka kargo itu masuk SOP pemeriksaan barang impor sementara," kata Juru Bicara Kantor Bea Cukai Mataram, Dimas Pratama.

Tujuan dari pemeriksaan untuk mengetahui jumlah dan jenis barang yang diverifikasi dengan surat pemberitahuan impor. "Setelah sesuai, maka diberikan persetujuan pengeluaran barang. (Kargo) tidak disegel," ujarnya.

Namun usai pemeriksaan kepabeanan, sesuai operasi standar prosedur, kargo ditutup dengan disaksikan importir atau kuasa pemilik barang.

Secara garis besar, prosedur pemeriksaan kepabeanan oleh pihak bea cukai terhadap barang impor sebagai berikut:

1. Pemeriksaan fisik atas barang impor dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan.

2. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang impor dan ekspor, pejabat Bea dan Cukai selalu didampingi atau disaksikan oleh importir atau kuasa pemilik barang atau pihak lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

3. Importir atau kuasanya menyiapkan barang untuk diperiksa, mengeluarkan kemasan di bawah pengawasan pejabat bea dan cukai, dan membuka kemasan yang akan diperiksa.

4. Terkait pemeriksaan yang dilakukan di sirkuit, hal tersebut atas permohonan dari importir dengan alasan tempat penimbunan di bandara kurang luas, dan demi keamanan barang.

Senada dengan Dimas, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani menegaskan pemeriksaan fisik boks kargo motor Ducati dilakukan sesuai prosedur.

"Barang yang diimpor dilakukan pemeriksaan fisik barang oleh bea cukai, sesuai prosedur kepabeanan," ujar Askolani.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan jumlah dan jenis barang, serta apakah sudah adanya Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan barang impor.

Saat Bea Cukai melakukan pemeriksaan fisik, boks kargo berisi motor Ducati tersebut dibuka oleh perwakilan panitia.

"Pembukaan barang dilakukan oleh perwakilan panitia yaitu pengurus barang impor atau Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK)," ucap Askolani.

Setelah selesai pemeriksaan fisik, panitia dan penyelenggara merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk mengamankan dan menutup kembali boks tersebut.

Kepolisian Daerah (Polda NTB) sebagai sektor terdepan pengamanan gelaran internasional tersebut memastikan persoalan pembukaan peti boks Ducati sudah selesai, ketika MGPA dan Dorna Sports melakukan komunikasi.

"Jadi sebenarnya tidak ada kegiatan gangguan keamanan di situ. Hanya miskomunikasi. Dorna dan MGPA yang koordinasi. Sudah clear," ucap Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal.

(mdk/cob)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami