Duka Sebelum Hari Raya, Tiga Orang di Kebumen Meninggal Terkena Ledakan Petasan

Duka Sebelum Hari Raya, Tiga Orang di Kebumen Meninggal Terkena Ledakan Petasan
petasan meledak di Kebumen. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 13 Mei 2021 13:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Insiden mengenaskan terjadi menjelang Idulfitri 1442 Hijriah di Kebumen, Jawa Tengah. Ledakan petasan alias mercon merenggut tiga korban jiwa. Ledakan petasan di Desa Ngabean Kecamatan Mirit, Kebumen, Rabu (12/5), menyebabkan delapan orang menjadi korban.

Korban meninggal berjumlah tiga orang. Lima lainnya dilaporkan luka-luka. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama di sela olah TKP ledakan petasan itu mengatakan, mercon meledak saat para korban tengah meraciknya di emperan rumah.

Akibatnya, rumah milik Untung (55) rusak parah. Bagian depan rumah rusak berat, tembok dan plafon hancur.

"Ledakan mercon berawal dari aktivitas meracik mercon oleh sekelompok warga," jelas AKBP Piter seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (13/5).

Korban meninggal diketahui bernama Muhammad Taufik Hidayat (27), Rizky (19) dan Sugiyanto (23). Sedangkan korban mengalami luka-luka yakni Bambang priyono (29), Rio Dwi Pangestu (22), Alib (24), Irwan (25) dan Ratna.

Para korban segera dilarikan ke RSUD Prembun untuk dilakukan penanganan medis.

Kisah Pilu Ayah Korban

Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi Untung (55). Lebaran yang hanya tinggal menunggu jam, berubah menjadi tangisan saat serbuk petasan meledak di rumahnya.

Anak keduanya yang bernama Muhammad Taufiq (27) meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (12/5).

"Saat kejadian, saya tidak di rumah. Saya berada di belakang rumah," kata Untung, dikutip dari keterangan tertulis Polres Kebumen, Rabu malam.

Namun detik-detik kejadian, Untung mendengar jelas gelegar suara ledakan petasan yang memekakan telinga. Lantas ia menuju ke sumber suara, dan melihat peristiwa mengerikan pasca-suara ledakan tersebut.

"Sudah pada tergeletak. Tidak bergerak. Darah di mana-mana. Sampai saya tidak bisa mengenali wajah anak saya," katanya.

Beberapa hari sebelumnya, dia sempat menegur anaknya untuk tidak membuat petasan. Karena lingkungan sekitar tidak semuanya suka dengan suara petasan.

Untung tidak pernah tahu, asal muasal anaknya mendapatkan serbuk petasan. Sebab, Muhammad Taufiq sehari-hari merantau di luar kota.

Menjelang Lebaran, Taufiq ingin merayakan dengan meriahnya petasan. Dia bersama saudara serta tetangganya membuat sendiri selongsong petasan dari kertas bekas hanya berdasarkan pengalamannya.

Namun kemeriahan yang sebelumnya direncanakan berubah menjadi petaka. Taufiq bersama tujuh pemuda lainnya menjadi korban ledakan petasan.

Reporter: Rudal Afgani Dirgantara
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami