Dulu jadi Lokasi Muda Mudi 'Mojok', Kini Stadion Utama Riau Jadi Markas PSPS

Dulu jadi Lokasi Muda Mudi 'Mojok', Kini Stadion Utama Riau Jadi Markas PSPS
Stadion Utama Riau. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 21 Mei 2022 00:02 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Selama ini, lapangan Stadion Utama Riau di Pekanbaru yang megah tidak digunakan. Hanya masyarakat yang kerap berolahraga di luar lapangan. Bahkan tak sedikit masyarakat yang salah dalam memanfaatkan lokasi yang sepi untuk bercinta atau mesum.

Sekda Pemprov Riau SF Hariyanto mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Presiden klub sepakbola PSPS Norizam Tukima dalam rangka pemanfaatan Stadion Utama Riau dan Stadion Kharuddin Nasution.

Pertemuan itu juga dihadiri General Manajemen PSPS Edward Riansyah, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Bobby Rachmad serta jajaran.

"Pak Gubernur Riau kemarin sudah memerintahkan kami semua agar Stadion Utama Riau segera dimanfaatkan, dengan cara mencari pihak ketiga yang bisa menggunakan stadion utama itu. Namun dengan catatan membuat kerjasama antara Pemprov Riau dengan pihak ketiga," kata Anto, Jumat (20/5).

Anto mengatakan, Stadion Utama Riau ini dibangun menggunakan anggaran yang cukup besar, dan sudah pernah mengukir sejarah PON Riau 2012. Kemudian Stadion Utama Riau juga pernah digunakan untuk pertandingan internasional AFC.

"Artinya Stadion Utama Riau ini merupakan 10 stadion terbesar di Asia saat itu, namun saat ini kondisinya stadion kurang pemeliharaan karena tidak digunakan. Kalau barang tidak digunakan tentu cepat rusak. Tentu itulah yang tidak kita harapkan," ujarnya.

Menurutnya, biaya perbaikan Stadion Utama yang cukup besar. Karena itu, Pemprov Riau mencari pihak ketiga dalam pemanfaatan Stadion Utama Riau.

"Kita bukan tidak mau memperbaiki dengan mengalokasikan anggaran, karena kita khawatir kalau dialokasikan anggaran dan diperbaiki, namun tidak ada yang menggunakannya, jadi bisa rusak.

Tapi Alhamdulillah Presiden klub PSPS sudah bersedia menggunakan Stadion Utama Riau untuk markas guna memajukan PSPS ke depan," jelasnya.

Anto menyampaikan, pihaknya perlu menghitung semua biaya perbaikan Stadion Utama. Apakah itu biaya perbaikan membutuhkan anggaran Rp50 miliar atau Rp100 miliar.

"Nanti kita ganti semua yang rusak-rusak. Kemudian dari total biaya perbaikan itu, nanti berapa PSPS mau bayar dengan kompensasi berapa tahun bisa bermarkas di Stadion Utama. Dengan begitu, ada kepastian hukum dan ada aktivitas juga di Stadion Utama, sehingga tidak dibiarkan seperti sekarang," jelasnya.

Karena itu, Anto segera membentuk tim untuk menghitung biaya perbaikan stadion, dan menyiapkan dasar hukum kerjasama. Jika dasar hukum kerjasama sudah selesai, kata Anto, berkasnya akan dikirim ke PSPS untuk dipelajari.

"Kalau sudah mereka pelajari, nanti kita cari waktu untuk membahas bersama teknis kerjasama. Karena target mereka Stadion Utama Riau bisa digunakan sebagai Homebase PSPS pada bulan Juni 2020 mendatang untuk Liga 2," kata dia.

Sebelum Stadion Utama digunakan untuk Liga 2, kata Anto, terlebih rumputnya akan diganti oleh PSPS menggunakan biaya sendiri.

"Nanti saat mereka menggunakan stadion ada semacam berita acara, karena mereka sudah mulai investasi di stadion untuk perbaikan rumput," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Banten Kini Miliki Stadion Bertaraf Internasional, Bermotif Batik dan Bambu Baduy
PT PP: Progres Pembangunan Stadion Banten Capai 69 Persen, Lebih Cepat dari Rencana
Anies Instruksikan JIS Diresmikan Desember 2021
Jakarta International Stadium Lolos Uji Greenship Level
Jakarta International Stadium Berkonsep Stadion Kita, Bisa untuk Konser Musik
Tahun Ini, Pembangunan Jakarta International Stadium Ditargetkan Rampung

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami