Durian merah Banyuwangi paling diburu, Risma sempat 'todong' Anas

Durian merah Banyuwangi paling diburu, Risma sempat 'todong' Anas
durian merah. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 29 Maret 2015 01:04 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Siapa yang tak suka durian? buah tropis berbau khas dan berkulit tajam ini, banyak diburu. Di Jawa Timur, selain Jombang, Pasuruan dan beberapa daerah lain, Banyuwangi juga menjadi salah satu daerah yang menjadikan durian sebagai produk unggulan di bidang pertanian.

Di Bumi Blambangan ini, ada 62 varian (jenis) buah durian dan yang paling diburu adalah jenis durian merah. Karena durian jenis ini masih sangat langkah. Umumnya, daging buah durian berwarna kuning dan putih, tapi durian dengan nama latin Durio Graveolens ini memiliki daging buah berwarna merah.

Banyuwangi, tepatnya Desa Kamiren, menjadi salah satu tempat berkembangnya durian merah. Selain di Banyuwangi, durian merah juga bisa dijumpai di daerah Blitar Selatan serta Bogor dan Bandung yang juga sedang mengembangkan bibit durian merah.

Di luar Pulau Jawa, durian merah berkembang di Kalimantan dan Papua. Pengembangan teknologi durian merah juga dilakukan di Thailand, Malaysia dan Korea.

Meski dikembangkan di beberapa daerah, durian merah Banyuwangi, lebih sering diburu turis lokal maupun mancanegara lantaran rasa durian merah dari Tanah Osing ini lebih enak dibanding durian merah di Kalimantan, Papua maupun Malaysia. Durian merah Kalimantan, berjenis Durio Kutejensis, durian merah Malaysia berjenis Durio Graveolens dan sedangkan durian merah Banyuwangi berjenis Durio Zighetinus.

Kelezatan durian merah Banyuwangi sudah tersohor, bahkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kepincut untuk membudidayakannya di Kota Pahlawan. Ini sempat diungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berkunjung ke Surabaya beberapa waktu lalu.

Kala itu, Anas mengaku sempat 'ditodong' Risma. "Bu Risma tadi minta durian merah Banyuwangi, dan sudah saya hubungkan dengan kepala dinas," kata Anas waktu itu.

Saat dikonfirmasi kepada Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi Eko Mulyanto, dirinya mengaku sudah mengirim bibit durian merah kepada Risma sesuai arahan Anas.

"Sudah kita kirim kemarin. Ada empat buah durian merah sebagai contoh dan empat bibitnya yang kita kirim ke Bu Risma," jawab Eko, Sabtu (28/3).

Meski berbeda dengan durian umumnya, kulit luar durian merah sama-sama berwarna kuning. Cara hidupnya juga sama, yaitu tumbuh di daerah tropis pada ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut.

Perbedaanya pada warna daging yang berwarna merah, biji lebih kecil, daging buah lebih tebal serta lebih manis. Kadar alkohol lebih rendah dan aroma lebih menyengat. Selain itu, ukuran buah durian merah sedikit lebih kecil dibandingkan jenis durian lain. Waktu berbuahnya, tidak menentu, tidak bisa dipastikan kapan akan berbuah. Yang pasti, hanya berbuah sekali dalam setahun. (mdk/siw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami