Edarkan Ratusan Kg Kikil Berformalin, Residivis di Lubuklinggau Ditangkap

Edarkan Ratusan Kg Kikil Berformalin, Residivis di Lubuklinggau Ditangkap
Ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 5 April 2022 20:31 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Seorang pedagang, EV alias YS (46) ditangkap polisi karena menjual dan mengedarkan kikil mengandung formalin. Petugas menyita 100 kilogram kikil dari rumah wanita itu.

Pelaku diamankan Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, di rumahnya di Kecamatan Lubuklinggau Utara II, belum lama ini.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas pelaku. Petugas juga menemukan kikil berformalin di sejumlah pasar tradisional menjelang Ramadan.

2 dari 3 halaman

Pernah Dihukum dalam Kasus Serupa

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi mengungkapkan, sebelum melakukan penggeledahan dan penangkapan, pihaknya melakukan penyelidikan, pemeriksaan sampel di BPOM. Hasilnya, kikil yang dijual pelaku mengandung formalin.

Tersangka diketahui residivis dalam kasus yang sama pada 2 tahun lalu dan dipenjara selama 8 bulan. "Tersangka seorang residivis, dia kembali mengulangi perbuatannya dengan menjual kikil dicampur formalin," ungkap Harissandi, Selasa (5/4).

Berdasarkan pemeriksaan, tersangka mendapatkan kikil tak layak konsumsi lalu dicampur menggunakan formalin sehingga tahan lama dan tidak bau. Dalam sehari dia mampu menjual 50 kg kikil yang disebar di pasar-pasar tradisional.

"Tersangka menjual kikil formalin Rp24 ribu per kilo. Pemesan cukup banyak, sehari bisa habis 50 kg," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Terancam 5 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 136 huruf b Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Dia terancam hukuman lima tahun penjara.

Barang bukti disita dari tersangka berupa 100 kg kikil, 50 kg tetelan, dan cairan formalin di dalam botol mineral.

"Kami imbau warga lebih waspada dengan pangan basah yang dijual di pasaran. Jika menemukan mi kuning, tahu, kikil, atau lainnya yang tidak dihinggapi lalat patut dicurigai, lebih baik jangan dibeli," imbaunya.

(mdk/yan)

Baca juga:
Pedagang di Tangerang Ketahuan Jual Teri hingga Usus Ayam Mengandung Zat Bahaya
Jualan Bakso Pakai Ayam Tiren Sejak 2015, Pasutri di Bantul Dibekuk Polisi
Terasi dan Kerupuk Mengandung Zat Berbahaya Ditemukan di Pasar Palembang
Petugas Temukan Rujak Mi hingga Terasi Mengandung Formalin di Palembang
6 Bahaya Mengonsumsi Gorengan saat Berbuka Puasa, Tingkatkan Kolesterol
5 Makanan Pantangan Penderita Hipertensi yang Wajib Diketahui, Batasi Asupannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami