Eijkman: Pengembangan Vaksin Merah Putih Masuk Tahap Peralihan ke Industri

Eijkman: Pengembangan Vaksin Merah Putih Masuk Tahap Peralihan ke Industri
vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo
NEWS | 21 Juli 2021 17:21 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan saat ini masih berlangsung tahap optimasi yakni proses peralihan dari laboratorium ke industri untuk bibit vaksin Merah Putih yang dikembangkan pihaknya.

"Saat ini sedang dalam peralihan dari lab ke industri. Ini sedang bolak balik dari lab ke industri," kata Amin seperti dilansir Antara, Rabu (21/7).

Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform sub-unit protein rekombinan. Bibit vaksin tersebut diberikan kepada pihak industri yakni PT Bio Farma.

Dalam tahap optimasi itu, Eijkman telah menempatkan penelitinya di PT Bio Farma untuk menyiapkan bibit vaksin. Di Bio Farma, bibit vaksin tersebut akan dibiakkan.

"Prosesnya saat ini masih proses optimasi supaya apa yang dikerjakan di laboratorium kemudian bisa ditranslasikan di industri dengan kondisi-kondisi industri tentunya, kan berbeda dengan laboratorium," tuturnya.

Di laboratorium, para peneliti mengerjakan bibit vaksin dalam skala yang kecil di tabung-tabung kecil atau botol-botol kecil sementara di industri skalanya jauh lebih besar sehingga masih pada tahap optimalisasi produk bibit vaksin pada bioreaktor industri yang membutuhkan berbagai penyesuaian.

Proses peralihan dari laboratorium ke industri itu membutuhkan waktu yang tidak singkat karena melalui beberapa proses, salah satunya upscaling untuk bisa membiakkan bibit vaksin dalam jumlah yang besar di industri.

Di laboratorium, bibit vaksin dibiakkan dalam hitungan mililiter misalnya 100 mililiter, sementara di industri dalam jumlah puluhan liter dan mungkin ratusan liter.

"Nah, itu tidak selalu otomatis bisa diubah begitu saja, harus ada penyesuaian-penyesuaian. Kita harus mencari kondisi yang terbaik supaya vaksin itu tetap memenuhi persyaratan aman, efektif dan halal tapi juga yield-nya (perolehan) cukup tinggi sehingga bisa diproduksi dengan ekonomis, itu sekarang sedang diupayakan," tutur Amin.

Amin menuturkan diharapkan uji klinis vaksin Merah Putih bisa dimulai pada akhir 2021 atau awal 2022, dan mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) pada pertengahan 2022. (mdk/ray)

Baca juga:
Vaksin Merah Putih Ditargetkan Mulai Produksi April 2022
Dukung Vaksin Produksi Dalam Negeri, DPR Dorong Pendanaan Bagi Lembaga Eijkman
Apa Kabar Vaksin Merah Putih? Ini Penjelasan Konsorsium Pengembang
Terawan Minta Dukungan DPR Untuk Uji Klinis Fase III Vaksin Nusantara
Ketua Riset: Vaksin Merah Putih Demi Wujudkan Kemandirian Bangsa

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami