Eks Satgas Covid-19 Singgung Isu Ada yang Ingin Kecilkan Angka Kematian

Eks Satgas Covid-19 Singgung Isu Ada yang Ingin Kecilkan Angka Kematian
TPU Pondok Rangon. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 28 September 2020 12:37 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Data Kementerian Kesehatan pada Minggu (27/9) menunjukkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 3.874 menjadi 275.213 orang. Jumlah pasien sembuh bertambah 3.611 menjadi 203.014 orang. Kasus meninggal bertambah 78 orang menjadi 10.386 orang.

Mantan Kepala Bidang Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Akmal Taher menyoroti angka kematian akibat Covid-19. Menurutnya, penentuan kematian di masa Pandemi Covid-19 bukan hal mudah.

"Jangan dibikin polemik. Menurut saya cara penentuan kematian itu bukan masalah sederhana, itu banyak versinya, tergantung kita untuk keperluan apa di kumpulkan, data itu," ungkap Akmal saat dihubungi merdekacom, Senin (28/9).

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu muncul isu ada pihak yang akan mengecilkan data kematian. Karena ada juga kasus kematian karena penyakit bawaan. Publik mempertanyakan data pemerintah dan pihak kesehatan.

Padahal sampai saat ini pemerintah belum berencana mengubah definisi kematian akibat virus Corona. Pemerintah masih mengikuti panduan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) yang tertuang dalam KMK HK/0107/Menkes 413 tahun 2020. Pemerintah juga belum menambahkan detail kematian akibat Covid-19.

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan, kasus kematian adalah kasus konfirmasi atau probable Covid-19 yang meninggal. Sedangkan kasus probable merupakan kasus dengan gejala (simptomatik) atau ISPA berat, namun belum memiliki hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

"Sehingga memang waktu itu seakan-akan datanya mau dikecilin, nah itu yang bikin ketara kan jadinya, padahal belum tahu, pemerintah juga sampai sekarang tidak mengambil keputusan apa-apa kok, jadi itu saja memang keadaan sekarang," ungkap Akmal.

Akmal menuturkan jika ada perubahan, maka secara otomatis akan terlihat kematian akibat dari Covid-19 atau penyakit penyerta.

"Kalau ada keputusan pasti dilakukan diskusi yang panjang, dihitung semua untung ruginya baru diputuskan. Tapi jangan dipolemikan sekarang, wah ini ada orang nih mau turunkan angka, enggaklaah enggak semudah itu juga," ungkap Akmal.

Data pemerintah, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih berada di kisaran 3,89 persen. Pada awal September, persentase angka kematian berada di kisaran 4,2 persen. Di awal masa Pandemi atau April 2020, angka kematian berada di kisaran 7,73 persen.

Angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi daripada rata-rata dunia yakni 3,36 persen. Hal ini harus waspadai agar kepala daerah tidak kehilangan kendali dalam penanganan Covid-19. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami